Dasco Dukung Nanik Pimpin BGN: Lebih Banyak Turun ke Lapangan
Baca dalam 60 detik
- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menilai Nanik Sudaryati Deyang layak memimpin Badan Gizi Nasional karena rekam jejaknya yang aktif melakukan monitoring langsung ke dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis.
- Pergantian pimpinan BGN dari Dadan Hindayana ke Nanik dipicu oleh hasil evaluasi Presiden Prabowo Subianto selama satu setengah tahun, yang menemukan sejumlah catatan terkait kedisiplinan SOP dan kualitas makanan.
- DPR berharap kepemimpinan baru BGN dapat mempercepat realisasi program MBG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tanpa mengganggu layanan yang sudah berjalan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550396/original/088397900_1775689022-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_05.41.12.jpeg)
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan dukungannya terhadap penunjukan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Dasco, sosok Nanik dinilai lebih aktif dalam pengawasan lapangan, terutama dalam menutup dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar.
โBu Nanik banyak melakukan kerja-kerja lapangan, monitoring, dan sudah menutup dapur yang tidak memenuhi syarat,โ ujar Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam. Penilaian itu, kata Dasco, bukan hanya berasal dari dirinya, melainkan juga hasil pengamatan Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan dan gizi. Temuan tersebut kemudian dibahas dalam rapat koordinasi lintas komisi terkait pelaksanaan MBG.
Dasco menambahkan, keputusan Presiden Prabowo untuk mengganti pimpinan BGN merupakan respons atas aspirasi masyarakat dan penerima manfaat program. โKami mengapresiasi pemerintah yang mendengarkan masukan dari masyarakat, lintas kementerian, dan DPR,โ tegasnya. Ia meyakini pergantian ini tidak akan mengganggu pelayanan MBG yang sudah berjalan, dan justru diharapkan mempercepat realisasi program di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pencopotan Dadan Hindayana didasarkan pada hasil pemantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG. โBanyak catatan yang menjadi bahan pertimbangan Presiden untuk melakukan pergantian ini, dengan harapan segera diperbaiki,โ kata Prasetyo dalam konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (2/6/2026). Catatan tersebut meliputi kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, serta upaya menjaga kualitas makanan yang telah ditetapkan BGN.
Bagi masyarakat Indonesia, pergantian pimpinan BGN ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius dalam mengevaluasi program MBG yang menyasar jutaan anak sekolah dan ibu hamil. Program yang digagas Presiden Prabowo ini menjadi salah satu prioritas nasional untuk menekan angka stunting dan malnutrisi. Dengan kepemimpinan baru yang lebih fokus pada pengawasan lapangan, diharapkan distribusi makanan bergizi dapat tepat sasaran dan kualitasnya terjaga.
Ke depan, tantangan terbesar Nanik adalah memastikan program MBG berjalan efisien di tengah keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia di daerah 3T. DPR berharap evaluasi menyeluruh yang dilakukan BGN dapat menghasilkan perbaikan sistemik, bukan sekadar pergantian personel. Apakah Nanik mampu membawa perubahan signifikan dalam waktu dekat? Publik akan mengawalinya dengan skeptisisme yang sehat.



