Man City Incar Eli Junior Kroupi, Arsenal Ikut Berebut Remaja Rp1,8 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Manchester City dan Arsenal saling sikut untuk mendapatkan Eli Junior Kroupi, striker muda Bournemouth yang dibanderol Β£87 juta.
- Pep Guardiola disebut sangat mengagumi pemain 19 tahun itu, yang mampu bermain di tiga posisi depan dan sudah mencetak 13 gol di Premier League musim lalu.
- City kemungkinan melepas Savinho ke Tottenham untuk mendanai transfer Kroupi, yang klausul rilisnya baru aktif pada 2027.
Manchester City dan Arsenal sama-sama mengirimkan sinyal kepada Bournemouth untuk merekrut Eli Junior Kroupi, striker remaja yang musim lalu menjelma sebagai salah satu sensasi Premier League. Klub-klub raksasa Inggris itu siap bersaing demi mendapatkan tanda tangan pemain berusia 19 tahun yang dihargai Β£87 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.
Kabar ini diungkapkan pakar transfer Fabrizio Romano melalui akun media sosialnya. Menurut Romano, City sudah melakukan kontak awal dengan Bournemouth untuk mencari tahu situasi Kroupi, sementara Arsenal juga telah menyatakan ketertarikan serupa. Kedua klub sadar bahwa Bournemouth sangat enggan melepas pemainnya, apalagi klausul rilis Β£87 juta baru bisa diaktifkan pada musim panas 2027.
Ketertarikan City bukan tanpa alasan. Pelatih Pep Guardiola dikabarkan menjadi penggemar berat Kroupi sejak melihat aksinya musim lalu. Scout Jacek Kulig bahkan menjuluki pemain Prancis itu sebagai "bakat elit" yang mampu bermain sebagai gelandang serang, penyerang tengah, maupun sayap kiri. Fleksibilitas ini dinilai cocok dengan skema taktik Guardiola yang kerap membutuhkan pemain depan multifungsi.
Musim debut Kroupi di Premier League terbilang mentereng: 13 gol dari 33 penampilan. Ia juga menunjukkan ketenangan di laga besar dengan mencetak gol ke gawang Manchester United, Arsenal, dan bahkan Manchester City pada pertandingan kedua terakhir musim lalu. Catatan ini membuatnya dianggap siap naik level ke klub yang berlaga di Liga Champions.
Di sisi lain, langkah City memburu Kroupi tak lepas dari rencana melepas Savinho. Pemain sayap Brasil berusia 22 tahun itu hanya mendapat 821 menit bermain di Premier League musim lalu, sering menjadi pemain pengganti di bawah Guardiola. Tottenham Hotspur disebut-sebut sebagai peminat utama, dan negosiasi disebut berjalan positif. Jika Savinho jadi hengkang, City akan memiliki dana segar sekaligus kebutuhan mendesak untuk mendatangkan penyerang baru.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub top Eropa mulai berburu pemain muda berbakat sejak dini. Kroupi, yang masih berusia 19 tahun, menjadi contoh bagaimana Premier League menjadi panggung pembuktian bagi talenta muda global. Jika ia akhirnya bergabung dengan City atau Arsenal, potensi nilai pasarnya bisa meroket, mirip dengan yang terjadi pada pemain-pemain Asia yang sukses di Inggris.
Namun, Bournemouth tidak akan menyerah begitu saja. Klub pesisir selatan itu bertekad mempertahankan Kroupi setidaknya hingga klausul rilisnya aktif. Dengan performa impresifnya, bukan tidak mungkin harga sang pemain akan terus naik. Pertanyaannya, akankah City atau Arsenal bersedia menebusnya sekarang dengan harga premium, atau menunggu hingga 2027 dengan risiko kehilangan pemain ke rival lain?



