Dua Bintang Manchester City Bersaing di PFA Awards: Shaw dan Hasegawa Masuk Nominasi
Baca dalam 60 detik
- Khadija Shaw dan Yui Hasegawa masuk daftar enam nominasi Pemain Terbaik Wanita versi PFA setelah membawa City meraih double.
- Shaw, yang juga FWA Player of the Year, memimpin daftar pencetak gol WSL dengan 21 gol musim lalu.
- Pemenang akan diumumkan pada 25 Agustus di Manchester, dengan persaingan ketat dari Alessio Russo dan Lauren James.

Dua pilar utama Manchester City, Khadija 'Bunny' Shaw dan Yui Hasegawa, resmi masuk dalam daftar nominasi Pemain Terbaik Wanita versi Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) Inggris. Keputusan ini menjadi pengakuan atas peran krusial mereka dalam mengantarkan City meraih gelar ganda Liga Super Wanita (WSL) dan Piala FA musim lalu.
Shaw, yang pada Mei lalu dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Wanita versi Asosiasi Penulis Sepak Bola (FWA), menjadi mesin gol utama City dengan koleksi 21 gol dari 22 pertandingan—terbanyak di liga. Sementara itu, gelandang asal Jepang, Hasegawa, menjadi pengatur serangan yang tak tergantikan, membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pemain tengah terbaik di kompetisi.
Persaingan di kategori senior tidak kalah sengit. Arsenal menempatkan Alessio Russo, yang finis kedua dalam perburuan Sepatu Emas, bersama dua pemain timnas Inggris lainnya: Lauren James (Chelsea) dan Jess Park (Manchester United). Melengkapi daftar, penyerang Aston Villa Kirsty Hanson juga masuk nominasi berkat torehan 12 gol musim lalu.
Di kategori Pemain Muda Terbaik, gelandang City Laura Blindkilde Brown menjadi sorotan setelah tampil di hampir seluruh pertandingan WSL. Ia bersaing dengan dua pemain Chelsea yang baru menjalani musim debut, Alyssa Thompson dan Veerle Buurman, serta pemain internasional Jepang Toko Koga yang bersinar bersama Tottenham. Dua penyerang muda, Olivia Smith (Arsenal) dan Freya Godfrey (London City Lionesses), juga masuk nominasi berkat kontribusi gol mereka.
Bagi penggemar sepak bola wanita di Indonesia, dominasi pemain Asia seperti Hasegawa dan Koga menjadi angin segar. Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa talenta Asia mampu bersaing di level tertinggi Eropa. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi pesepakbola wanita Indonesia yang mulai menembus liga-liga asing, seperti yang dilakukan beberapa pemain timnas di Thailand dan Malaysia.
PFA Awards tahun ini akan menjadi ajang pembuktian apakah konsistensi Shaw dan Hasegawa cukup untuk mengalahkan nama-nama besar seperti Russo dan James. Dengan pengumuman yang tinggal menghitung hari, publik sepak bola wanita Indonesia pun menanti apakah akan lahir pemenang dari luar Inggris untuk pertama kalinya sejak 2020.



