Bek Wrexham Cacace Yakin Selandia Baru Bisa Kejutkan Dunia di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Liberato Cacace, pemain Wrexham yang baru pulih dari cedera, optimistis Selandia Baru mampu bersaing di Grup G Piala Dunia 2026 meski jadi tim dengan peringkat terendah.
- Selandia Baru akan menghadapi Iran, Mesir, dan Belgia di fase grup, dengan target memutus catatan tanpa kemenangan dalam dua partisipasi sebelumnya.
- Cacace menekankan pentingnya dukungan publik dan semangat tim untuk menciptakan sejarah, di tengah dominasi rugby di negeri Kiwi.

Liberato Cacace, bek sayap Wrexham yang baru saja pulih dari cedera, menyatakan keyakinannya bahwa Selandia Baru mampu memberikan kejutan di Piala Dunia 2026. Negara berjuluk All Whites itu tergabung dalam Grup G bersama Iran, Mesir, dan Belgia, dan akan memulai perjuangan pada 16 Juni melawan Iran di Los Angeles.
Bagi Cacace, tampil di Piala Dunia adalah mimpi yang menjadi kenyataan. โSetiap anak bermimpi bermain di Piala Dunia,โ ujarnya kepada BBC Sport Wales. โSaya selalu ingin bermain di ajang ini, dan sekarang dengan segala yang telah saya lalui, saya berharap bisa mengenakan jersey lagi dan membela bangsa.โ Pemain berusia 25 tahun itu mengakui bahwa secara teori grup mereka terbilang lebih ringan, namun ia menegaskan setiap pertandingan tetap krusial. โKami akan menjalani satu per satu laga dan berharap bisa mengejutkan banyak orang,โ tambahnya.
Selandia Baru, yang lolos melalui kualifikasi OFC, akan menghadapi Iran di Los Angeles, lalu Mesir pada 22 Juni dan Belgia pada 27 Juni di Vancouver. Cacace mengaku antusias berhadapan dengan pemain top seperti Mohamed Salah. โSebagai pemain, saya selalu ingin mengukur kemampuan dengan yang terbaik di dunia. Saya menantikan tantangan itu,โ katanya.
Perjalanan Cacace menuju Piala Dunia tidak mudah. Ia hanya tampil 13 kali di musim perdananya bersama Wrexham akibat cedera, dan baru duduk di bangku cadangan pada dua laga terakhir Championship. โIni musim yang frustrasi, tapi saya ingin melupakan semuanya dan fokus ke Piala Dunia,โ ungkapnya. โSaya membangun kebugaran hari demi hari, dan sekarang tubuh saya sudah siap.โ
Bagi Selandia Baru, Piala Dunia edisi 48 tim ini menjadi ajang untuk menulis ulang sejarah. Sepak bola memang olahraga paling populer di negara tersebut, namun seringkali kalah sorotan dari rugby dan kesuksesan All Blacks. โKami memiliki basis penggemar yang besar dari kampung halaman, dan kami ingin membuat mereka bangga serta menciptakan sejarah,โ kata Cacace. โKami tidak ingin terlalu terpengaruh oleh besarnya acara ini, tapi menikmati kebersamaan dan fokus pada pertandingan.โ
Sebelum Piala Dunia, Selandia Baru akan menjalani laga uji coba melawan Haiti pada 3 Juni di Fort Lauderdale, Florida, dan melawan Inggris tiga hari kemudian di Tampa, Florida. Pertandingan-pertandingan ini akan menjadi ajang pemanasan sekaligus ujian bagi skuad asuhan Darren Bazeley.
Dengan semangat dan keyakinan yang dimiliki Cacace, publik Selandia Baru berharap tim kesayangan mereka mampu memecahkan telur dan meraih kemenangan perdana di Piala Dunia. Akankah All Whites mampu menyaingi raksasa seperti Belgia dan Mesir? Hanya waktu yang akan menjawab, namun optimisme Cacace menjadi angin segar bagi sepak bola Selandia Baru.


