FIFA Akhirnya Izinkan Botol Air Sekali Pakai di Stadion Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- FIFA mengklarifikasi larangan botol di Piala Dunia 2026, hanya botol kaku yang dilarang, sementara botol plastik lunak sekali pakai diperbolehkan.
- Keputusan ini muncul setelah kritik dari pakar panas yang menyebut larangan awal bisa meningkatkan risiko kesehatan akibat dehidrasi.
- Kebijakan serupa diterapkan di Qatar 2022, namun kali ini FIFA menjanjikan harga air minum di stadion tidak akan melambung.

FIFA akhirnya melunak. Badan sepak bola dunia itu mengizinkan penonton membawa botol air minum sekali pakai ke stadion Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya melarang semua jenis botol karena alasan keamanan. Keputusan ini diumumkan menyusul kritik dari pakar kesehatan yang menilai larangan tersebut berpotensi membahayakan penonton di tengah cuaca panas.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menegaskan bahwa yang dilarang hanyalah botol minum kaku yang dapat ditutup kembali. Setiap penonton diperbolehkan membawa satu botol plastik lunak sekali pakai berukuran maksimal 560 ml yang masih tersegel pabrik. โBotol kaku yang dapat ditutup kembali dilarang karena bisa menjadi proyektil berbahaya,โ ujar Heimo Schirgi, Chief Operating Officer Piala Dunia 2026.
Kebijakan awal FIFA sempat menuai kecaman. Sebelumnya, kode etik stadion resmi menyebutkan bahwa botol plastik transparan kosong berkapasitas hingga 1 liter diperbolehkan. Namun, seminggu sebelum kick-off, FIFA membalikkan keputusan tersebut dengan alasan mengurangi risiko cedera akibat lemparan benda asing. Langkah ini dinilai mendadak dan tidak mempertimbangkan kondisi iklim di stadion-stadion Amerika Utara yang akan menjadi tuan rumah.
Pakar kesehatan panas memperingatkan bahwa larangan botol dapat meningkatkan risiko insiden terkait panas. Seorang ahli menyebut kebijakan itu โsecara jelas meningkatkan risiko kejadian kesehatan akibat panasโ. Di Piala Dunia 2022 Qatar, larangan serupa juga diterapkan, namun saat itu suhu di dalam stadion terkontrol dengan AC. Sebaliknya, Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, di mana beberapa stadion tidak memiliki pendingin udara yang memadai.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang berencana menyaksikan langsung Piala Dunia 2026, kebijakan ini patut dicermati. Meski botol sekali pakai diizinkan, penonton tetap harus membeli air di dalam stadion jika kehabisan. FIFA berjanji tidak akan menjual air dengan harga di atas harga normal venue, namun pengalaman di turnamen sebelumnya menunjukkan bahwa harga konsesi di stadion seringkali lebih mahal. Selain itu, penonton disarankan tetap membawa botol kosong untuk diisi ulang di fasilitas air minum yang tersedia, meskipun FIFA belum mengonfirmasi ketersediaan stasiun pengisian ulang.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah FIFA akan mempertahankan kebijakan ini atau kembali berubah di menit-menit akhir. Dengan pengalaman di Qatar dan awal turnamen 2026 yang kontroversial, para penggemar berharap ada konsistensi dan transparansi yang lebih baik. Akankah FIFA mendengarkan masukan dari pakar kesehatan dan penggemar, atau justru mengutamakan keamanan dengan mengorbankan kenyamanan?



