Dari Patah Tulang ke Panggung Dunia: Maxime Crepeau Jadi Kiper Utama Kanada di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Maxime Crepeau dipastikan menjadi kiper utama Timnas Kanada di Piala Dunia 2026 setelah absen di Qatar 2022 akibat cedera tibia.
- Pelatih Jesse Marsch memilih Crepeau karena pengalaman dan kedewasaannya, termasuk sukses membawa Kanada ke semifinal Copa America 2024.
- Keputusan ini mengakhiri perjalanan comeback emosional Crepeau, yang sempat berjanji pada dirinya sendiri untuk tampil di Piala Dunia 2026.
Maxime Crepeau akhirnya menepati janji yang ia buat saat terbaring di sofa dengan gips di kaki: tampil sebagai kiper utama Kanada di Piala Dunia 2026. Dua tahun setelah harus menyaksikan Qatar 2022 dari layar kaca akibat patah tulang kering, kiper Portland Timbers itu kini bersiap menjadi benteng terakhir timnya di turnamen empat tahunan yang akan digelar di Amerika Utara.
Keputusan pelatih Jesse Marsch menunjuk Crepeau di atas Dayne St. Clair bukanlah perkara mudah. Marsch mengakui bahwa ini adalah salah satu pilihan tersulit selama karier kepelatihannya. Namun, faktor kematangan dan pengalaman Crepeauโterutama setelah membawa Kanada menembus semifinal Copa America 2024โmenjadi penentu. "Dia menunjukkan kedewasaan luar biasa di momen-momen krusial," ujar Marsch dalam konferensi pers.
Bagi Crepeau, perjalanan ini penuh liku. Cedera tibia yang dideritanya beberapa hari sebelum Piala Dunia Qatar 2022 menjadi pukulan mental berat. "Saya melihat teman-teman sudah memesan tiket pesawat, semuanya siap. Secara mental itu sangat menekan," kenangnya. Namun, dari rasa sakit itu lahir tekad baja: "Saya berkata pada diri sendiri, tidak mungkin saya tidak ada di sini pada 2026."
Persaingan dengan St. Clair, yang juga sahabat dekatnya, menambah dimensi emosional. Keduanya sadar hanya satu yang akan bahagia. "Kami seperti tim dalam tim. Saya harus hadir untuknya, baik saat senang maupun susah," kata Crepeau. St. Clair, yang juga kiper andalan, harus menerima kenyataan pahit meski telah tampil impresif di level klub.
Kisah Crepeau mengingatkan pada perjuangan kiper-kiper dunia yang bangkit dari cedera parah. Bagi Indonesia, perjalanan ini bisa menjadi inspirasi bagi para atlet muda yang kerap menghadapi tekanan mental akibat cedera. Di tengah minimnya dukungan psikologis di sepak bola Tanah Air, ketangguhan mental Crepeau menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya fisik, tetapi juga mental.
Dengan Crepeau di bawah mistar, Kanada akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina, Qatar, serta Swiss di fase grup. Pertandingan pembuka melawan Bosnia pada 12 Juni akan menjadi ujian pertama bagi kiper yang pernah merasakan pahitnya absen di panggung terbesar. "Hidup memang tidak selalu indah, tapi saya bangga bisa kembali dari setiap kesulitan," tutup Crepeau.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7591053/original/027682300_1780373467-Media_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8059710/original/040494800_1780903602-sty-2.jpg.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8077680/original/086437300_1780923463-20260608AA_PMPC_Timnas_Indonesia-14.jpg)