Melbourne City Bangga, Bek 17 Tahun Mathew Baker Tembus Timnas Senior Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Mathew Baker, pemain keturunan Australia-Indonesia, mendapat panggilan perdana ke Timnas Indonesia senior di usia 17 tahun.
- Klub Melbourne City menyatakan kebanggaan atas pencapaian Baker yang dinilai sebagai bukti kualitas pembinaan usia muda.
- Pemanggilan ini menandai langkah maju bagi regenerasi pemain diaspora di skuad Garuda, dengan potensi debut di laga uji coba melawan Oman dan Mozambik.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4872941/original/093956900_1719208575-083A3448__1_.jpg)
Klub Australia Melbourne City secara resmi menyampaikan rasa bangga setelah salah satu pemain binaannya, Mathew Baker, mendapatkan panggilan perdana untuk memperkuat Timnas Indonesia senior. Baker, yang baru berusia 17 tahun, menjadi salah satu pemain termuda yang dipanggil pelatih John Herdman dalam pemusatan latihan kali ini.
Pemanggilan ini terbilang spesial karena Baker belum genap setahun menembus tim utama Melbourne City. Namun, performa konsistennya di level kelompok umar membuat pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meliriknya untuk dua laga uji coba internasional melawan Oman pada 5 Juni 2026 dan Mozambik pada 9 Juni 2026. βDi usianya yang baru menginjak 17 tahun, Mathew Baker telah mendapat panggilan pertamanya ke tim nasional senior Indonesia,β tulis pernyataan resmi Melbourne City di akun Instagram mereka.
Keputusan Herdman memanggil Baker menjadi sorotan karena ia belum memiliki pengalaman di level senior. Sebelumnya, Baker telah membela Timnas Indonesia U-17 pada Piala Asia U-17 2025 dan menjadi salah satu kunci keberhasilan Garuda Muda menembus perempat final. Prestasi itu sekaligus mengamankan tiket Indonesia ke Piala Dunia U-17 2025. Baker juga sempat diproyeksikan untuk memperkuat Timnas U-19 di Piala AFF U-19 2026, namun kini ia harus menjalani tugas bersama skuad senior terlebih dahulu.
Bagi Melbourne City, pemanggilan Baker menjadi bukti keberhasilan akademi mereka dalam melahirkan pemain berkualitas. Klub yang berbasis di Melbourne ini dikenal gencar merekrut pemain muda berbakat, termasuk dari diaspora Indonesia. Baker sendiri merupakan pemain keturunan Australia-Indonesia yang lahir dan besar di Melbourne. Langkahnya menembus tim senior Indonesia menjadi inspirasi bagi pemain muda diaspora lainnya yang ingin membela tanah leluhur.
Di sisi lain, keputusan John Herdman memanggil pemain semuda Baker menunjukkan keberanian pelatih asal Kanada itu dalam meremajakan skuad. Herdman, yang sebelumnya menukangi Timnas Kanada, dikenal tidak ragu memberikan kesempatan kepada pemain muda. Kehadiran Baker diharapkan bisa menambah kedalaman lini belakang Timnas Indonesia yang selama ini dihuni pemain senior seperti Rizky Ridho dan Fachruddin Aryanto.
Pemanggilan Baker juga menjadi angin segar bagi program naturalisasi pemain diaspora yang digalakkan PSSI. Sejak era kepemimpinan Erick Thohir, PSSI gencar memanggil pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Baker menjadi salah satu produk terbaru dari program tersebut, dan jika ia mampu tampil impresif di laga uji coba nanti, bukan tidak mungkin ia akan menjadi andalan di masa depan.
Laga melawan Oman dan Mozambik akan menjadi ujian berat bagi Baker. Namun, pengalamannya di level internasional bersama Timnas U-17, termasuk saat menghadapi tim-tim kuat Asia, diharapkan bisa membantunya beradaptasi. Pertanyaannya, mampukah Baker memanfaatkan kesempatan langka ini untuk mengukir sejarah sebagai pemain termuda yang debut di Timnas Indonesia senior?



