Persib Bandung Tak Gentar Sanksi FIFA: Klaim Bisa Rekrut Pemain Baru meski Dilarang Registrasi
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung terkena sanksi larangan registrasi pemain dari FIFA akibat tunggakan pembayaran Rp2,7 miliar plus bunga 5% kepada mantan pemain Daisuke Sato.
- Deputy CEO Persib, Adhitia Putra Herawan, menyatakan sanksi akan langsung dicabut setelah pembayaran lunas, dan proses negosiasi serta penandatanganan kontrak pemain baru tetap bisa berjalan.
- Pemain anyar yang sudah dikontrak belum bisa didaftarkan ke sistem TMS FIFA hingga sanksi dicabut, namun Persib optimistis masalah segera selesai.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6940247/original/064310800_1779708765-0S6A0173.jpg.jpeg)
Klub sepak bola Persib Bandung tetap optimistis bisa mendatangkan pemain anyar untuk musim depan meski tengah dijatuhi sanksi larangan registrasi oleh FIFA. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa sanksi tersebut tidak akan menghambat proses rekrutmen secara keseluruhan.
Sanksi ini muncul akibat Persib belum menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada mantan pemainnya, Daisuke Sato, yang mencapai Rp2,7 miliar plus bunga 5 persen. Menurut Adhitia, sanksi akan langsung dicabut begitu manajemen mengirimkan bukti pembayaran melalui email ke FIFA. "Langsung cabut. Tinggal kirim bukti bayarnya, email, pada saat itu juga mereka langsung cabut sanksi itu, selesai," ujarnya kepada wartawan di Bandung, Minggu (31/5/2026).
Adhitia meminta Bobotoh, suporter setia Persib, tidak perlu khawatir berlebihan. Ia menjelaskan bahwa larangan registrasi hanya berlaku pada sistem Transfer Matching System (TMS) milik FIFA, yang digunakan untuk mendaftarkan pemain secara resmi. Namun, proses negosiasi dan penandatanganan kontrak dengan pemain baru tetap bisa dilakukan. "Enggak, bukan sesuatu yang kenapa mesti nungguin dicabut dulu ya? Kalau udah tanda tangan hari ini, besok juga tinggal umumkan (pemain baru)," katanya.
Kasus ini bermula ketika Persib melepas Daisuke Sato pada paruh musim 2023/2024 untuk memberikan tempat kepada Kevin Mendoza. Keputusan tersebut murni karena alasan teknis, meski kontrak Sato masih tersisa hingga 2025. Namun, kewajiban finansial kepada pemain asal Filipina itu belum terselesaikan hingga kini, sehingga FIFA memberikan sanksi larangan registrasi.
Meski belum ada pengumuman resmi, beberapa nama dikabarkan akan bergabung dengan Persib, seperti Bart Lamselaar (eks Lion City Sailors) dan Moussa Sidibe (Bhayangkara FC). Adhitia menegaskan bahwa manajemen tetap bergerak aktif di bursa transfer. "Negosiasi kami masih bisa berjalan, sedang berjalan. Sign kontrak masih bisa dilakukan, tapi ketika registrasi di TMS-nya mereka, nah itu yang ditutup, masih diblok. Ketika itu dicabut, nah aman semuanya," jelasnya.
Bagi klub sebesar Persib, sanksi FIFA tentu menjadi ujian manajemen. Namun, optimisme yang ditunjukkan oleh Adhitia mencerminkan keyakinan bahwa masalah ini hanya bersifat administratif dan akan segera teratasi. Pertanyaan yang tersisa adalah seberapa cepat Persib mampu melunasi kewajibannya dan memastikan pemain anyar bisa segera didaftarkan sebelum kompetisi bergulir.



