John Herdman Pertahankan Muhammad Ferarri di Timnas: Potensi Lebih Penting dari Menit Bermain
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mempertahankan Muhammad Ferarri di skuad FIFA Matchday Juni 2026 meski bek tersebut minim menit bermain di klub.
- Herdman menilai potensi jangka panjang Ferarri lebih penting daripada performa klub jangka pendek, merujuk pada rekam jejak dan karakter pemain.
- Keputusan ini memicu perdebatan tentang seleksi pemain, namun Herdman menegaskan evaluasi dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan statistik terkini.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549685/original/044942600_1775627882-mf.jpg)
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tetap mempertahankan Muhammad Ferarri dalam skuad untuk FIFA Matchday Juni 2026, meskipun bek berusia 22 tahun itu jarang bermain bersama Bhayangkara FC di BRI Super League 2025/2026. Keputusan ini menuai pertanyaan publik, namun Herdman memiliki alasan yang matang di balik pilihannya.
Ferarri hanya mencatatkan 14 penampilan musim ini dan tidak pernah turun lapangan selama empat bulan, dari 31 Januari hingga 11 Mei 2026. Minimnya menit bermain membuat banyak pihak mempertanyakan kelayakannya masuk timnas. Namun, Herdman menegaskan bahwa seleksi pemain tidak bisa hanya didasarkan pada performa tiga bulan terakhir.
"Kami sangat teliti dalam pemilihan. Kami tidak hanya melihat tiga pertandingan terakhir atau tiga bulan terakhir," ujar Herdman dalam konferensi pers jelang laga. "Kami melihat sejarah pemain, perjalanan mereka dalam sepak bola, dan kemudian profil yang kami butuhkan."
Herdman menekankan bahwa Ferarri memiliki potensi tinggi yang bisa diasah dengan bermain bersama pemain top seperti Kevin Diks. "Jika kami bekerja dengan mereka dan menempatkan mereka di sekitar pemain top, bisakah mereka mencapai potensi tertinggi? Ferrari adalah seseorang yang kami rasa memiliki potensi tinggi," jelasnya. Pelatih asal Inggris itu juga menyebut bahwa Ferarri telah membuktikan diri selama pemusatan latihan di Jakarta pada 26-30 Mei 2026, yang merupakan bagian dari proyeksi Piala AFF 2026.
Keputusan ini mencerminkan pendekatan jangka panjang Herdman dalam membangun tim. Ia lebih mementingkan kapasitas fisik, teknis, dan karakter pemain ketimbang statistik klub jangka pendek. "Penampilannya bersama Shin Tae-yong, kami merasa sebelum cederanya, kami bisa melihat pemain yang berada pada lintasan yang sangat positif," ungkap Herdman. "Dan kemudian dia harus membuktikan haknya. Kami memberikan kesempatan kepada banyak pemain, dan Ferrari membuktikan haknya."
Bagi sepak bola Indonesia, kasus Ferarri menjadi contoh dilema antara pengembangan pemain muda dan tekanan hasil instan. Dengan minimnya menit bermain di klub, langkah Herdman mempertahankannya di timnas bisa menjadi bumerang jika Ferarri tidak tampil maksimal. Namun, jika potensinya benar-benar terwujud, keputusan ini akan menjadi bukti bahwa investasi pada pemain muda harus dilakukan dengan sabar dan konsisten.



