Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Hingga 2 Juni 2026: Simak Jalur Alternatifnya
Baca dalam 60 detik
- Ruas Jalan Lenteng Agung Raya arah selatan ditutup total selama 15 jam mulai Senin siang hingga Selasa dini hari untuk perbaikan saluran bawah tanah pasca-ambles.
- Dishub DKI mengalihkan arus kendaraan ringan dan berat ke beberapa jalur alternatif, termasuk putaran di JPL 23 dan Tol Jagorawi.
- Penutupan ini berpotensi menimbulkan kemacetan di titik-titik pengalihan, terutama saat jam pulang kerja dan lalu lintas menuju Depok.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7524621/original/030911400_1780297915-70ebf52c-f945-414e-acc5-6bd785a6992a.jpeg)
Ruas Jalan Lenteng Agung Raya arah selatan menuju Depok ditutup total mulai Senin (1/6/2026) pukul 14.00 WIB hingga Selasa (2/6/2026) pukul 05.00 WIB menyusul perbaikan saluran bawah tanah yang ambles. Penutupan mendadak ini dipastikan mengganggu mobilitas ribuan pengendara yang setiap hari melintasi koridor tersebut, terutama pada jam sibuk sore hari.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menyatakan penutupan dilakukan untuk mendukung pekerjaan perbaikan saluran bawah tanah oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA). Jalan ambles di kawasan Lenteng Agung menjadi pemicu utama rekayasa lalu lintas ini. βKami mohon maaf atas ketidaknyamanan. Penutupan bersifat sementara dan diharapkan selesai sesuai jadwal,β ujar Budi dalam keterangan resmi.
Dishub DKI telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengurai dampak kemacetan. Kendaraan dari arah Pasar Minggu menuju Depok dialihkan melalui Jalan Raya Lenteng Agung, kemudian putar balik di perlintasan sebidang kereta api JPL 23 atau putaran Universitas Pancasila. Selanjutnya, pengendara dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalan Mochammad Kahfi II dan Jalan Tanah Baru. Alternatif lain, pengguna jalan bisa memanfaatkan putaran tapal kuda di depan IISIP Jakarta, lalu melintas melalui Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jalan TB Simatupang, Jalan Kebagusan Raya, hingga Jalan Mochammad Kahfi I.
Bagi kendaraan bertonase besar dari arah Tanjung Barat menuju Depok, Dishub mengarahkan untuk menggunakan Jalan Tol Jagorawi atau Jalan Tol Depok-Antasari (Desari). Alternatif lain yang dapat ditempuh adalah melalui Jalan TB Simatupang, Jalan Raya Bogor, dan Jalan Akses Universitas Indonesia. Pengalihan ini diharapkan mampu meminimalkan kepadatan di sekitar lokasi penutupan.
Untuk memastikan kelancaran, Dishub DKI menerjunkan petugas di sejumlah titik strategis, seperti kawasan Tapal Kuda dan putaran Universitas Pancasila. Petugas akan memandu pengguna jalan menuju jalur alternatif yang telah ditentukan. Selain itu, sebanyak tujuh spanduk informasi dipasang di koridor menuju Depok dan kawasan Lenteng Agung sebagai sosialisasi rekayasa lalu lintas.
Penutupan ini berpotensi menimbulkan kemacetan di titik-titik pengalihan, terutama saat jam pulang kerja. Pengendara yang biasa melintasi Lenteng Agung disarankan untuk mencari rute alternatif lebih awal atau menggunakan transportasi umum. Pertanyaan yang muncul kemudian: apakah perbaikan saluran bawah tanah ini akan tuntas tepat waktu, atau justru berlanjut dan memperpanjang masa penutupan?



