Leigh Leopards Hajar Warrington, Kokoh di Jalur Play-off Super League
Baca dalam 60 detik
- Leigh meraih kemenangan kelima beruntun setelah mengalahkan Warrington 5-2, naik ke peringkat kelima klasemen.
- Kemenangan ini memutus tren positif Warrington yang kalah tiga kali dalam empat laga terakhir.
- Dengan lima dari tujuh laga tersisa di kandang, Leigh berpeluang besar mempertahankan posisi di enam besar.

Leigh Leopards memastikan diri sebagai salah satu tim paling konsisten di Super League setelah meraih kemenangan kelima beruntun dengan mengalahkan rival satu zona play-off, Warrington Wolves. Pertandingan yang berlangsung sengit di kandang Leigh itu berakhir dengan skor 5-2, mengukuhkan posisi mereka di peringkat kelima klasemen โ setara poin dengan Warrington yang justru menelan kekalahan ketiga dalam empat pertandingan terakhir.
Sejak promosi ke Super League tiga musim lalu, Leigh selalu lolos ke babak play-off. Musim ini, mereka tampil semakin perkasa. Setelah kalah dua kali beruntun dari Warrington pada April lalu, Leigh membalikkan keadaan dengan memenangi 10 dari 12 laga berikutnya, termasuk kemenangan di Magic Weekend tiga pekan lalu. Kemenangan kali ini menegaskan bahwa Leigh bukan sekadar tim papan tengah, melainkan ancaman serius bagi tim-tim papan atas.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi. Leigh langsung unggul cepat melalui try David Armstrong yang memanfaatkan umpan cerdik Lachlan Lam. Lam kemudian mencetak try keduanya setelah menerima umpan dari Umyla Hanley. Warrington sempat memperkecil ketertinggalan melalui Toafofoa Sipley, namun Leigh menjauh lagi lewat try Innes Senior, Joe Ofahengaue, dan Umyla Hanley โ yang disebut-sebut memiliki sentuhan seperti legenda Ellery Hanley, ayahnya. Albert Hopoate mencetak try hiburan untuk Warrington di akhir laga, tetapi itu terlalu sedikit untuk mengubah hasil akhir.
Persaingan di papan atas Super League musim ini sangat ketat. Dengan lima dari tujuh pertandingan tersisa dimainkan di kandang, Leigh berada dalam posisi strategis untuk mempertahankan tempat di enam besar. Konsistensi mereka mengingatkan pada pendekatan tim-tim di liga domestik Indonesia yang sering kali mengandalkan faktor kandang dan soliditas lini depan โ seperti yang diperlihatkan Persija Jakarta atau Persib Bandung dalam beberapa musim terakhir. Bagi penggemar olahraga di Indonesia, kisah Leigh adalah contoh bagaimana tim yang dianggap underdog bisa bangkit dan bersaing di level tertinggi.
Ke depannya, Leigh akan menghadapi tantangan berat dengan menjamu Wigan Warriors, tetangga sekaligus juara bertahan, akhir pekan ini. Di sisi lain, Warrington harus segera bangkit saat bertandang ke markas Castleford Tigers. Jika gagal, peluang mereka untuk lolos ke play-off bisa sirna. Pertanyaan besarnya: mampukah Leigh mempertahankan performa ini hingga akhir musim, atau akankah Warrington kembali ke jalur kemenangan?



