Pole di Hungaria, Norris Minta McLaren Tak Ulangi Kesalahan Miami
Baca dalam 60 detik
- Lando Norris meraih pole position GP Hungaria, namun ia mengingatkan timnya untuk tidak mengulangi blunder strategi seperti di Miami yang membuatnya kehilangan kemenangan.
- Lewis Hamilton kembali terkena penalti grid untuk ketiga kalinya dalam tiga pekan, kali ini karena menghalangi Oscar Piastri, membuatnya start dari posisi kelima.
- Aston Martin akhirnya menunjukkan peningkatan signifikan berkat upgrade besar, memberikan harapan baru bagi tim setelah menjalani paruh musim yang sulit.

Lando Norris mengunci posisi terdepan pada sesi kualifikasi Grand Prix Hungaria, Sabtu (2/8/2025), tetapi pembalap McLaren itu menolak berpuas diri. Ia sadar bahwa pole position bukan jaminan kemenangan, mengingat pengalaman pahit di Miami beberapa pekan lalu saat timnya gagal membaca strategi dan membiarkan Kimi Antonelli menyalip.
“Anda tidak bisa hanya mengandalkan satu kualifikasi bagus. Saya butuh balapan yang baik besok,” ujar Norris, yang meraih pole pertamanya musim ini di Sirkuit Hungaroring. “Kami sudah bekerja keras, dan hari ini membuktikan kemajuan itu. Tapi kami harus bisa mengulanginya berkali-kali.”
Kewaspadaan Norris beralasan. Di Miami, McLaren terlalu berhati-hati dengan potensi hujan sehingga memanggilnya masuk pit lebih lambat dari Antonelli. Kesalahan itu membuat Mercedes mencuri kemenangan. Kini, dengan peluang start terdepan di Hungaria, Norris ingin memastikan tidak ada lagi kecelakaan strategi. Apalagi, trek Hungaroring terkenal sulit untuk menyalip, membuat posisi awal sangat krusial.
Sementara itu, Lewis Hamilton kembali dirundung kesialan. Pembalap Ferrari itu awalnya memuncaki sesi kualifikasi, tetapi harus turun ke posisi kelima setelah dijatuhi penalti tiga grid karena menghalangi Oscar Piastri, rekan setim Norris. Ini menjadi penalti ketiga Hamilton secara beruntun setelah sebelumnya kena sanksi di GP Inggris dan Belgia. “Saya selalu berusaha positif, tetapi tiga penalti dalam tiga akhir pekan mulai terasa berat,” curhat Hamilton di Instagram. Manajer tim Ferrari, Frederic Vasseur, mengakui tim bertanggung jawab karena tidak memberikan peringatan yang cukup kepada Hamilton.
Di sisi lain, Aston Martin akhirnya menemukan secercah harapan. Tim yang sempat terpuruk di dasar klasemen itu membawa paket upgrade besar ke Hungaria. Hasilnya, Fernando Alonso untuk pertama kalinya musim ini bisa melewati sesi Q1. Meski start dari posisi ke-16, Alonso menganggap ini sebagai langkah maju yang signifikan. “Perubahan terbesar bukan di posisi, tapi di momentum,” kata Alonso. “Kami sekarang tahu persis target pengembangan ke depan. Itu lebih berharga.”
McLaren sendiri juga membawa upgrade, tapi tidak terlalu mencolok karena tertutup sorotan pada Aston Martin. Prinsipal Andrea Stella menyebut pole Norris sebagai “overachievement” karena sejatinya Ferrari lebih cepat di tikungan. Namun, ia mengakui bahwa eksekusi kualifikasi McLaren berjalan sempurna, sementara Ferrari dan Mercedes tampil di bawah performa.
Charles Leclerc, yang start kedua di samping Norris, menilai pembalap Inggris itu sebagai favorit kemenangan. “Lando sangat kuat akhir pekan ini. Tapi sepanjang musim, Mercedes selalu kompetitif. Saya yakin mereka juga akan ikut bertarung,” ujar Leclerc. Dengan Hamilton dan Antonelli yang turun ke posisi kelima dan ketujuh, tekanan justru berada di pundak Norris untuk memanfaatkan peluang emas ini.
Pertanyaan besarnya, akankah McLaren belajar dari kesalahan Miami? Atau justru Ferrari dan Mercedes yang akan memanfaatkan celah strategi? Satu hal pasti, musim 2026 masih panjang, dan persaingan di papan atas kian sengit. Bagi penggemar F1 di Indonesia, lomba hari ini akan menjadi ujian apakah Norris mampu membuktikan diri sebagai juara bertahan, atau kembali tersandung oleh masalah internal tim.



