Tottenham Incar N'Golo Kante Saat Bergvall Terpinggirkan
Baca dalam 60 detik
- Tottenham telah menggelontorkan lebih dari £230 juta untuk merekrut Sandro Tonali dan Mateus Fernandes sebagai pilar baru lini tengah.
- Lucas Bergvall, gelandang muda Swedia, kian terdesak dan berniat hengkang setelah klub mendekati N'Golo Kante.
- Kante, yang kini berusia 35 tahun, dianggap sebagai opsi murah berkelas dunia untuk membimbing duo anyar Spurs.

Di tengah perombakan besar-besaran skuad, Tottenham Hotspur mengincar N'Golo Kante sebagai tambahan ketiga di lini tengah musim panas ini. Langkah itu mempertajam persaingan sekaligus memicu kepergian Lucas Bergvall yang mulai kehilangan tempat.
Roberto De Zerbi telah menggelontorkan lebih dari £230 juta untuk mendatangkan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes dengan total biaya £185 juta—keduanya memecahkan rekor transfer klub. Keduanya diharapkan membawa pengalaman Premier League ke jantung permainan Spurs. Namun, gelombang belanja ini langsung menekan posisi Bergvall, yang musim lalu menjadi salah satu pemain bersinar meski klub finis ke-17.
Bergvall, yang hanya mencetak satu gol dan tiga assist, kini meminta hengkang. Nottingham Forest dan Newcastle United telah mengajukan tawaran, tetapi Spurs membanderolnya £60 juta—angka yang lima kali lipat dari biaya pembeliannya dua tahun lalu. De Zerbi mengakui belum berbicara dengan pemain Swedia itu dan akan memutuskan yang terbaik untuk semua pihak.
Dengan dua pemain mahal sudah di depan mata, Spurs mencari opsi ketiga yang lebih terjangkau. Bournemouth sempat dikaitkan dengan Alex Scott, tapi mahar £80 juta dinilai terlalu tinggi. Di sinilah nama Kante muncul: laporan dari jurnalis Turki Talha Arslan menyebut Tottenham tertarik memboyong mantan bintang Chelsea dari Fenerbahçe.
Kante bergabung dengan klub Turki pada Februari lalu dan kini menghadapi kemungkinan kembali ke Inggris tiga tahun setelah meninggalkan Chelsea ke Al Ittihad. Meski berusia 35 tahun, ia tetap dianggap sebagai pemain kelas dunia. Frank Lampard pernah menyebutnya sebagai “salah satu gelandang terbaik di dunia”—klaim yang didukung data statistik musim lalu.
Pengalaman Kante—dua gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, dan Piala Dunia 2018—memberinya keunggulan di atas Bergvall yang belum memiliki pencapaian selevel itu. Pelatih De Zerbi mungkin melihat Kante sebagai mentor ideal bagi Tonali dan Fernandes yang masih muda. Kehadirannya juga akan membuka pintu bagi kepergian Bergvall, yang bisa memberi Spurs dana segar tambahan.
Bagi suporter Spurs, merekrut pemain berusia 35 tahun mungkin bukan langkah populer. Namun, sebagai opsi pelapis dengan biaya rendah, Kante tetap menawarkan jaminan kualitas yang telah teruji di panggung tertinggi. Pertanyaan kuncinya: mampukah ia menjaga kebugarannya di tengah jadwal Premier League yang padat? Atau akankah langkah ini hanya menjadi solusi jangka pendek di balik ambisi besar De Zerbi?



