Brooke Shields: Penggemar Nekat Gunting Rambut saat Puncak Ketenaran
Baca dalam 60 detik
- Aktris Brooke Shields mengungkap pengalaman traumatis saat penggemar mencoba memotong rambutnya di Festival Film Cannes 1978.
- Film kontroversial 'Pretty Baby' yang dibintangi Shields saat berusia 11 tahun memicu perhatian publik yang tak terduga dan mengubah hidupnya.
- Shields dan ibunya sempat memutuskan berhenti berakting setelah reaksi berlebihan terhadap film tersebut, sebelum akhirnya kembali ke dunia hiburan.

Brooke Shields, aktris yang namanya melambung lewat film kontroversial Pretty Baby (1978), mengungkapkan pengalaman mengerikan saat penggemar nekat memotong rambutnya di puncak popularitas. Dalam wawancara terbaru di podcast The Bossticks, 1 Juni lalu, Shields menceritakan bagaimana ketenaran yang datang begitu cepat justru membawa dampak psikologis yang berat.
Film Pretty Baby yang disutradarai Louis Malle menempatkan Shields sebagai pemeran utama anak-anak yang terlibat prostitusi. Saat itu usianya baru 11 tahun. Tayang perdana di Festival Film Cannes, film tersebut langsung menimbulkan kegemparan. “Kerumunan orang mencoba memotong rambut saya, itu gila,” kenang Shields. Ia menambahkan, para penggemar benar-benar ‘menginginkan bagian dari dirinya’—secara harfiah.
Ketenaran yang meledak tiba-tiba membuat Shields dan ibunya, Teri Shields, kewalahan. Mereka bahkan sempat memutuskan untuk berhenti berakting dan kembali ke dunia modeling. “Kami berpikir, ‘Tidak akan lagi. Tidak ada film lagi untuk kami. Kembali saja ke modeling’,” ujar Shields menirukan keputusan saat itu.
Proses syuting Pretty Baby sendiri berlangsung di New Orleans selama hampir lima bulan. Shields harus membagi waktu antara syuting dan sekolah. “Saya hanya bekerja tiga bulan, lalu harus syuting di akhir pekan agar tidak bolos sekolah,” katanya. Film yang sarat kontroversi ini nyaris menghancurkan karier yang baru saja dimulai.
Dampak psikologis dari ketenaran dini ini terus menghantui Shields. Dalam dokumenter Pretty Baby: Brooke Shields yang dirilis 2023, ia kembali membahas tekanan yang dialami sebagai bintang cilik. Kini, di usia 61 tahun, Shields menjadi advokat vokal untuk perlindungan anak-anak di industri hiburan. Ia kerap menyuarakan pentingnya pengawasan ketat terhadap perlakuan terhadap aktor muda.
Bagi publik Indonesia, kisah Shields menjadi pengingat akan bahaya eksploitasi anak di industri kreatif. Di Tanah Air, fenomena ‘bintang cilik’ juga marak terjadi, dengan banyak anak terpapar tekanan publik dan komersialisasi sejak dini. Regulasi perlindungan anak di sektor hiburan masih menjadi perdebatan, terutama terkait jam kerja, pendidikan, dan kesejahteraan psikologis.
Shields sendiri akhirnya kembali ke layar lebar setelah lulus dari Princeton. Ia membintangi sejumlah film dan serial seperti Suddenly Susan, Lipstick Jungle, dan You’re Killing Me. Namun, pengalaman masa kecilnya tetap menjadi pelajaran berharga tentang harga yang harus dibayar untuk ketenaran. Pertanyaan yang tersisa: apakah industri hiburan global sudah cukup melindungi aktor cilik dari ‘kegilaan’ serupa?



