SoftBank Geser Toyota dari Puncak Perusahaan Paling Berharga Jepang
Baca dalam 60 detik
- Kapitalisasi pasar SoftBank Group menembus 48 triliun yen, mengalahkan Toyota yang bertahan di puncak sejak 2003.
- Kenaikan saham SoftBank didorong oleh rencana IPO OpenAI dan investasi pusat data di Prancis senilai 75 miliar euro.
- Pergeseran ini menandai dominasi sektor teknologi atas industri otomotif di Jepang, dengan implikasi bagi investor global.

Bursa Tokyo mencatat sejarah baru pada Senin (2/6) ketika SoftBank Group Corp. resmi melampaui Toyota Motor Corp. sebagai perusahaan publik paling bernilai di Jepang. Kapitalisasi pasar SoftBank mencapai 48 triliun yen (sekitar 301 miliar dolar AS), sementara Toyota tertinggal di bawah 46 triliun yen. Ini pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade posisi puncak bergeser dari raksasa otomotif tersebut.
Pergeseran ini mencerminkan perubahan lanskap industri Jepang yang mulai condong ke sektor teknologi dan kecerdasan buatan. Toyota, yang memegang tahta sejak Desember 2003 setelah menggeser NTT Docomo, kini harus mengakui keunggulan SoftBank yang didorong oleh lonjakan saham teknologi global. Saham SoftBank melompat 14 persen menjadi 8.541 yen, sementara Toyota justru merosot 4,5 persen ke 2.905,5 yen.
Di posisi ketiga, Kioxia Holdings Corp. mencatat kapitalisasi pasar sekitar 39 triliun yen setelah harga sahamnya melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa investor mulai beralih dari sektor manufaktur tradisional ke perusahaan berbasis inovasi digital.
Pendorong utama reli saham SoftBank adalah kabar bahwa OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan di balik ChatGPT yang juga menjadi portofolio investasi SoftBank, bersiap mengajukan penawaran umum perdana (IPO). Selain itu, akhir pekan lalu SoftBank mengumumkan investasi hingga 75 miliar euro untuk membangun bisnis pusat data di Prancis. Langkah ini memperkuat posisi SoftBank sebagai pemain utama infrastruktur AI global.
Pendiri sekaligus CEO SoftBank, Masayoshi Son, dalam pernyataannya di Paris menegaskan bahwa persaingan teknologi sangat ketat. "Dalam kompetisi teknologi, perusahaan saingan akan segera melewati Anda jika lengah. Kami akan tetap tajam dan fokus pada pertumbuhan," ujarnya. Son menargetkan SoftBank menjadi platform terdepan untuk kecerdasan super buatan yang melampaui kapasitas manusia.
Bagi Indonesia, pergeseran ini memiliki implikasi strategis. Sebagai salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi incaran investasi teknologi global. SoftBank sendiri telah aktif berinvestasi di startup Indonesia seperti Gojek dan Tokopedia. Dengan semakin dominannya sektor AI dan pusat data, Indonesia berpotensi menarik lebih banyak investasi infrastruktur digital, terutama jika kebijakan regulasi data dan insentif fiskal mendukung. Namun, persaingan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia dalam merebut investasi pusat data regional semakin ketat.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Toyota mampu beradaptasi dengan era AI dan kendaraan listrik untuk merebut kembali posisi puncak, ataukah dominasi SoftBank akan semakin kokoh seiring dengan ekspansi agresifnya di bidang kecerdasan buatan dan infrastruktur digital.



