Gagal di Milan, Warren Bondo Berpotensi Kembali ke Monza
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Warren Bondo, yang dibeli Milan €10,5 juta pada 2025, hanya tampil 164 menit sebelum dipinjamkan ke Cremonese yang akhirnya terdegradasi.
- Monza, klub yang membesarkan namanya, baru promosi ke Serie A dan menjadi kandidat tujuan Bondo untuk memulihkan kariernya.
- Milan berencana memasukkan klausul pembelian wajib €6 juta jika Monza bertahan di Serie A, mengurangi kerugian dari transfer yang gagal.

Warren Bondo, gelandang muda yang gagal bersinar di AC Milan, terancam kembali ke titik awal kariernya di Italia. Pemain berusia 22 tahun itu kini tak punya tempat di skuad Rossoneri setelah masa peminjaman yang mengecewakan di Cremonese, yang baru saja terdegradasi dari Serie A. Menurut laporan Calciomercato, Bondo bisa kembali ke Monza—klub yang membawanya ke Italia tiga tahun lalu dan baru saja promosi ke kasta tertinggi.
Bondo pertama kali mendarat di Italia pada 2022 saat direkrut Monza. Setelah dipinjamkan ke Reggina, ia menjadi andalan di lini tengah saat Monza promosi ke Serie A dan tampil impresif pada paruh pertama musim 2024-25. Performa itu meyakinkan Milan untuk mengeluarkan dana hingga €15,5 juta (termasuk bonus) pada Februari 2025. Namun, petualangan di San Siro berubah menjadi mimpi buruk: hanya lima penampilan kompetitif dengan total 164 menit bermain.
Musim panas lalu, Milan meminjamkan Bondo ke Cremonese dengan harapan ia bisa kembali ke performa terbaik. Sayang, ia hanya tampil 28 kali di semua kompetisi dan gagal mencegah timnya terdegradasi. Kini, setelah kembali ke Milan, Bondo jelas tidak masuk dalam rencana pelatih. Situasi ini membuka peluang bagi Monza, yang baru saja promosi lewat play-off bersama Venezia dan Frosinone, untuk merekrutnya kembali.
Bagi Monza, merekrut Bondo adalah langkah yang masuk akal. Pemain asal Prancis itu sudah terbukti cocok dengan sistem permainan klub, setidaknya sebelum pindah ke Milan. Di sisi lain, Milan ingin mengurangi kerugian dari transfer yang gagal. Rencananya, mereka akan memasukkan klausul pembelian wajib senilai €6 juta jika Monza berhasil bertahan di Serie A musim depan. Angka ini jauh lebih rendah dari harga beli, namun setidaknya mengembalikan sebagian investasi.
Kisah Bondo menjadi pengingat bahwa tidak semua pemain muda mampu beradaptasi dengan tekanan klub besar. Di Italia, fenomena pemain yang bersinar di klub kecil lalu meredup setelah pindah ke raksasa Serie A cukup umum. Bagi pembaca di Indonesia, kasus ini relevan mengingat banyak pemain muda Asia yang juga menghadapi tantangan serupa saat merantau ke Eropa. Adaptasi, menit bermain, dan dukungan klub menjadi faktor krusial yang sering luput dari perhitungan.
Ke depan, keputusan Bondo akan menentukan apakah ia bisa bangkit kembali atau tenggelam dalam pusaran karier yang tak menentu. Monza memberinya kesempatan kedua, namun tekanan untuk membuktikan diri di Serie A akan sangat besar. Akankah Bondo mampu memanfaatkan peluang ini, atau justru kembali menjadi pemain yang gagal memenuhi ekspektasi?



