Roma Pilih Wales dan Dortmund untuk Pramusim, Tinggalkan Tur Asia
Baca dalam 60 detik
- Roma akan menjalani kamp pelatihan di Wales pada akhir Juli hingga awal Agustus, menggunakan fasilitas yang biasa dipakai tim rugby Wales.
- Klub Serie A itu juga dijadwalkan bertemu Borussia Dortmund dalam laga uji coba di Signal Iduna Park pada 15 Agustus.
- Keputusan ini menandai perubahan strategi pramusim Roma yang lebih fokus pada persiapan teknis ketimbang tur komersial jarak jauh.

AS Roma memutuskan untuk menggelar pemusatan latihan pramusim di Wales dan satu laga uji coba melawan Borussia Dortmund, meninggalkan kebiasaan klub-klub Italia yang kerap memilih tur Asia atau Amerika untuk meraup pendapatan. Langkah ini diambil di tengah semangat tinggi skuad Giallorossi setelah memastikan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir.
Menurut laporan Tuttomercatoweb, Roma akan menjalani kamp pelatihan tahap kedua di Hensol, dekat Cardiff, pada akhir Juli hingga awal Agustus. Lokasi tersebut merupakan pusat pelatihan reguler tim rugby Wales. Pilihan ini dinilai strategis untuk menghindari suhu musim panas yang kerap menyengat di Roma, sekaligus memberikan lingkungan yang lebih tenang bagi pemain.
Selain itu, Borussia Dortmund telah mengonfirmasi akan menjadi tuan rumah laga persahabatan melawan Roma di Signal Iduna Park pada 15 Agustus. Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan kedua tim menyambut musim baru, di mana Roma akan berhadapan dengan lawan berkualitas dari Bundesliga.
Keputusan ini juga mencerminkan perubahan peran pelatih Gian Piero Gasperini, yang kini mendapat kendali lebih besar atas strategi transfer dan persiapan tim. Sebelumnya, Gasperini dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan pendekatan taktis ketimbang tur promosi. Dengan tidak menerima undangan pertandingan jarak jauh yang menguntungkan secara finansial, Roma menunjukkan prioritas pada kesiapan teknis.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Roma ini bisa menjadi contoh bagaimana klub besar Eropa mulai menyeimbangkan aspek komersial dan kebutuhan olahraga. Di tengah maraknya tur pramusim ke Asia yang sering melibatkan klub-klub Italia, Roma justru memilih Eropa. Hal ini mungkin mengurangi peluang melihat langsung tim idola, namun di sisi lain menjanjikan performa lebih matang di kompetisi resmi.
Ke depan, Roma akan menghadapi tantangan berat di Serie A dan Liga Champions. Pertanyaan yang muncul: apakah strategi pramusim yang lebih fokus ini akan membawa hasil positif, atau justru merugikan secara finansial? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun keputusan ini setidaknya menunjukkan keberanian Roma untuk berbeda.



