Inter Incar Mancini di Tengah Kebuntuan Negosiasi Kontrak dengan Roma
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan memantau situasi kontrak Gianluca Mancini yang mandek di Roma, siap bergerak jika tak ada kemajuan.
- Bek tengah berusia 29 tahun itu menjadi target utama bersama Oumar Solet untuk memperkuat lini pertahanan musim depan.
- Potensi kepergian Denzel Dumfries ke Real Madrid bisa memberikan dana segar bagi Inter untuk merealisasikan transfer ini.

Inter Milan tengah mengincar bek tengah Roma, Gianluca Mancini, sebagai prioritas utama perekrutan di bursa transfer musim panas mendatang. Langkah ini dipicu oleh kebuntuan negosiasi kontrak antara Mancini dan klub ibu kota, yang membuat pemain berusia 29 tahun itu berpotensi hengkang. Menurut laporan Sky Sport Italia, Mancini masih terikat kontrak hingga Juni 2027, namun pembicaraan perpanjangan tak kunjung mencapai kata sepakat.
Inter, yang musim ini kembali bersaing di papan atas Serie A, membutuhkan tambahan amunisi di lini belakang. Manajemen klub dan pelatih Cristian Chivu sepakat bahwa Mancini atau Oumar Solet dari Udinese adalah profil ideal untuk memperkuat pertahanan pada musim 2026-27. Solet, bek tengah asal Prancis, juga masuk radar Inter, namun hingga kini belum ada tawaran resmi yang diajukan ke Udinese. Direktur Udinese, Inler, secara eksklusif mengonfirmasi kepada Football Italia bahwa belum ada pembicaraan lanjutan dengan Inter.
Kebuntuan kontrak Mancini di Roma membuka peluang bagi Inter untuk bergerak cepat. Jika dalam beberapa pekan ke depan tidak ada perkembangan positif, Inter dilaporkan siap mengajukan proposal formal. Mancini, yang dikenal dengan kemampuan duel udara dan distribusi bola dari belakang, dinilai cocok dengan skema permainan Chivu yang mengutamakan penguasaan bola dan transisi cepat.
Di sisi lain, Inter juga bersiap melepas Denzel Dumfries ke Real Madrid. Bek kanan asal Belanda itu disebut-sebut akan pindah dengan klausul β¬20 juta, yang bisa menjadi sumber pendanaan untuk merekrut Mancini atau Solet. Keputusan ini sejalan dengan strategi Inter yang ingin meremajakan skuad sambil tetap kompetitif di level tertinggi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Inter di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Italia kerap menjadi barometer bagi pemain-pemain Asia Tenggara yang ingin berkarier di Eropa. Jika Inter berhasil mendatangkan Mancini, hal itu bisa memperkuat daya tarik Serie A di mata penggemar Tanah Air, terutama yang mengidolakan klub seperti Inter atau Roma. Selain itu, potensi transfer Dumfries ke Real Madrid juga menunjukkan betapa dinamisnya pasar pemain Eropa, di mana klub-klub besar saling berburu talenta.
Ke depannya, keputusan Mancini akan menjadi kunci. Apakah ia akan bertahan di Roma dengan kontrak baru, atau memilih tantangan baru bersama Inter? Sementara itu, Inter harus memastikan bahwa dana dari penjualan Dumfries cukup untuk memenuhi tuntutan finansial Roma atau Udinese. Persaingan di bursa transfer musim panas nanti diprediksi akan semakin sengit, dan Inter harus bergerak cepat jika tidak ingin kehilangan target utamanya.



