Tottenham Yakin Rekrut Palhinha, Gelandang Bertahan yang Disebut 'Monster'
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur optimistis mengamankan Joao Palhinha dari Bayern Munich dengan biaya £26 juta setelah masa peminjamannya berakhir.
- Gelandang Portugal itu menonjol dengan rata-rata 4,51 tekel per 90 menit musim lalu, tertinggi di skuad Spurs, dan dijuluki 'monster bertahan' oleh analis.
- Di bawah pelatih Roberto De Zerbi, Palhinha diharapkan menjadi versi baru Moises Caicedo yang pernah dilatih De Zerbi di Brighton.

Tottenham Hotspur bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini setelah memastikan diri bertahan di Premier League. Klub asal London utara itu dikabarkan yakin bisa merekrut Joao Palhinha secara permanen dari Bayern Munich dengan nilai transfer sekitar £26 juta, menyusul dua pemain lain yang sudah lebih dulu diikat dengan status bebas transfer.
Palhinha, yang musim lalu dipinjamkan Bayern ke Tottenham, menjadi pahlawan setelah mencetak gol penentu yang menjaga Spurs dari degradasi. Pemain berusia 30 tahun itu kini dianggap sebagai ikon baru di Tottenham Hotspur Stadium. Namun, perannya tidak hanya sebatas penyelamat musim. Gelandang asal Portugal ini dinilai memiliki karakter bertahan yang kokoh dan menjadi fondasi penting bagi rencana pelatih Roberto De Zerbi.
Menurut laporan TEAMtalk, Spurs optimistis bisa menyelesaikan kesepakatan permanen untuk Palhinha sebelum klub lain bergerak. Sang pemain sendiri sempat memberi kode terbuka saat berbicara kepada media di akhir musim. "Siapa yang tidak ingin bermain untuk Tottenham dan bertahan di sini? Saya punya segalanya di sini," ujarnya, yang ditafsirkan sebagai ajakan bagi manajemen untuk segera mengaktifkan opsi pembelian.
Kedatangan Palhinha akan melengkapi dua rekrutan gratis yang sudah diumumkan: bek kiri Liverpool, Andy Robertson, dan bek Bournemouth, Marcos Senesi. Meski tidak membutuhkan biaya transfer, kedua pemain itu dianggap sebagai pembelian cerdas yang langsung menambah kualitas lini belakang. Namun, Palhinha menjadi kunci utama karena perannya sebagai gelandang bertahan murni — sesuatu yang sangat dibutuhkan Spurs setelah musim yang kacau.
De Zerbi, yang sebelumnya sukses mengorbitkan Moises Caicedo di Brighton, diyakini bisa mengulang kesuksesan serupa bersama Palhinha. Meski usianya sudah 30 tahun dan tidak akan mencapai nilai pasar setinggi Caicedo (yang harganya tembus £100 juta lebih), Palhinha dinilai memiliki atribut ideal untuk menjadi jangkar lini tengah. "Ia adalah pemain yang ulet dan sejati. Di bawah De Zerbi, ia bisa menjadi salah satu gelandang terbaik di Premier League," tulis analis rekrutmen Marcus Bring.
Musim lalu, Palhinha menjadi satu-satunya titik terang di tengah performa buruk Tottenham yang finis di peringkat ke-17 dua musim beruntun. Ia harus menghadapi tiga pelatih berbeda dan perjuangan melawan degradasi. Namun, dengan gol penentunya, ia mengukir namanya dalam sejarah klub. Kini, dengan stabilitas di kursi pelatih, Spurs berharap Palhinha bisa menjadi fondasi untuk membangun kembali tim yang kompetitif.
Langkah Tottenham selanjutnya adalah merekrut beberapa penyerang baru untuk menambah daya gedor. Namun, prioritas utama tetap mengamankan Palhinha. Jika berhasil, De Zerbi akan memiliki 'Caicedo baru' yang siap menjadi motor permainan. Pertanyaannya, mampukah Spurs mempertahankan momentum ini dan bersaing di papan atas musim depan?



