Manchester United Incar 'Pogba Kedua' dari Sevilla: Alternatif Murah di Tengah Perburuan Gelandang
Baca dalam 60 detik
- Setelah mengamankan Ederson dari Atalanta, Manchester United membidik Lucien Agoume dari Sevilla sebagai opsi gelandang bertahan dengan banderol £22 juta.
- Agoume dijuluki 'second coming of Paul Pogba' berkat postur, kemampuan memulihkan bola, dan dominasi udara yang mirip dengan mantan bintang United tersebut.
- Kesulitan mendatangkan gelandang elite seperti Anderson atau Tonali yang harganya tembus £100 juta membuat United beralih ke pasar LaLiga untuk solusi lebih terjangkau.

Manchester United belum puas dengan lini tengahnya musim panas ini. Setelah mencapai kesepakatan dengan Atalanta untuk Ederson senilai £35 juta, Setan Merah kini dikabarkan membuka pembicaraan dengan Sevilla mengenai Lucien Agoume, gelandang berusia 24 tahun yang pernah disebut sebagai 'second coming of Paul Pogba'.
Kepergian Casemiro dan potensi hengkangnya Manuel Ugarte membuat manajer anyar Michael Carrick harus merombak sektor tengah. Kobbie Mainoo dan Bruno Fernandes memang menjadi fondasi, tetapi kedalaman skuad masih menjadi pekerjaan rumah. Ederson akan menjadi pengatur ritme dari lini bawah, namun United membutuhkan lebih banyak opsi untuk bersaing di Premier League dan Eropa.
Masalahnya, harga gelandang top di Inggris melambung tinggi. Elliot Anderson (Nottingham Forest) dan Sandro Tonali (Newcastle) dikabarkan bernilai sekitar £100 juta, sementara Mateus Fernandes (West Ham) dihargai £80 juta. Kewajaran pasar domestik yang premium memaksa United mencari alternatif di luar negeri. Di sinilah Agoume muncul sebagai kandidat yang lebih realistis dengan banderol hanya £22 juta.
Agoume memulai karier di Sochaux Prancis sebelum pindah ke Inter Milan. Ia kemudian bergabung dengan Sevilla dan menjadi pemain reguler meski tidak selalu tampil gemilang. Julukan 'Pogba kedua' melekat berkat postur tinggi, kekuatan fisik, dan kemampuannya memenangkan duel udara. Menurut Alexander Barker dari The Athletic, laporan pemantauan Agoume memberikan 'centang hijau besar' untuk aspek fisik: tinggi, kuat, cepat, dan lincah.
Namun, Agoume bukanlah tiruan persis Pogba. Ia lebih sering beroperasi sebagai gelandang bertahan (nomor 6) sehingga rata-rata dribelnya rendah (kurang dari satu per 90 menit). Meski begitu, dalam hal memulihkan bola dan memberikan tekanan fisik, keduanya memiliki kesamaan. Musim lalu Agoume mencatat 5,78 ball recoveries per 90, sementara Pogba pada musim 2021/22 mencatat 6,51 — perbedaan yang tidak terlalu mencolok.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah ini menarik karena menunjukkan strategi United yang lebih cermat dalam belanja pemain. Alih-alih terus memburu nama besar dengan harga selangit, klub mulai melirik talenta LaLiga yang mungkin underrated. Jika transfer ini jadi, Agoume bisa menjadi pelapis atau bahkan pesaing bagi Ederson di lini tengah.
Pertanyaannya, mampukah Agoume beradaptasi dengan kerasnya Premier League? Catatan 11 kartu kuningnya menunjukkan ia pemain agresif, tetapi juga rawan pelanggaran. United perlu memastikan bahwa fisiknya yang mirip Pogba tidak hanya menjadi label tanpa dampak nyata di lapangan. Dengan bursa transfer yang masih panjang, langkah selanjutnya akan menentukan apakah Setan Merah benar-benar mendapatkan 'Pogba baru' atau sekadar alternatif murah yang biasa saja.



