Patung Messi Raksasa 21 Meter di India Dibongkar karena Goyang Diterpa Angin
Baca dalam 60 detik
- Patung Lionel Messi setinggi 21 meter di Kolkata, India, dibongkar paksa setelah inspeksi menemukan struktur bangunan tidak aman dan goyang saat angin kencang.
- Monumen fiberglass dan besi yang diresmikan secara virtual oleh Messi pada Desember lalu itu sempat dikeluhkan warga karena membahayakan lalu lintas di jalan raya dan dekat stasiun bawah tanah.
- Nasib patung tersebut kini belum jelas; dinas pekerjaan umum setempat belum mengumumkan lokasi pemasangan ulang, sementara penggemar sepak bola Indonesia bisa membandingkan dengan minimnya monumen atlet di tanah air.

Patung raksasa Lionel Messi setinggi 21 meter (70 kaki) yang berdiri di Kolkata, India, akhirnya dibongkar pada hari ini setelah sebelumnya dikeluhkan warga karena terlihat goyah saat diterpa angin. Monumen yang didirikan pada Desember lalu dalam rangkaian tur 'GOAT' (Greatest of All Time) milik megabintang Argentina itu dinilai tidak aman oleh insinyur dari Dinas Pekerjaan Umum setempat.
Menurut laporan media lokal, inspeksi dilakukan pada 25 Mei menyusul keluhan warga sekitar. Hasil pemeriksaan menunjukkan integritas struktur patung telah sangat terganggu. "Patung legenda sepak bola Argentina itu ditemukan tidak aman. Kami melihatnya bergoyang tertiup angin," ujar anggota legislatif Benggala Barat, Sharadwat Mukherjee, seperti dikutip pers setempat.
Proses pembongkaran menjadi tantangan tersendiri karena patung berada di dekat jalan raya yang padat dan stasiun bawah tanah. "Lokasinya membuat pembongkaran lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi kami berencana menyingkirkannya secepat mungkin," tambah Mukherjee. Sebelum dibongkar, patung telah diamankan dengan tali nilon tugas berat dan barikade untuk menjauhkan orang serta kendaraan dari area tersebut.
Patung tersebut kini berada dalam pengawasan Dinas Pekerjaan Umum, dan belum ada pengumuman resmi mengenai lokasi pemasangan ulang. Monumen ini awalnya didirikan untuk merayakan status Messi sebagai pemain terhebat sepanjang masa, namun ironisnya justru menjadi sorotan karena masalah keselamatan. Insiden ini mengingatkan pada beberapa kasus patung atlet lain di dunia yang juga mengalami nasib serupa akibat faktor cuaca atau konstruksi yang buruk.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kejadian ini bisa menjadi cermin betapa pentingnya standar keselamatan dalam pembangunan monumen publik. Di Indonesia sendiri, patung atlet legendaris masih sangat jarang, apalagi yang berukuran raksasa. Jika ada, biasanya terbatas pada area stadion atau museum olahraga. Minimnya apresiasi dalam bentuk monumen fisik ini bisa jadi karena prioritas anggaran yang berbeda atau kurangnya inisiatif dari pemerintah daerah.
Messi sendiri telah mengukir sejarah dengan membawa Argentina juara Piala Dunia 2022 dan dipastikan akan tampil di Piala Dunia 2026 yang keenam kalinya. Namun, patungnya di India kini hanya tinggal kenangan. Pertanyaan yang muncul: apakah akan ada patung Messi lain yang lebih kokoh di masa depan, ataukah insiden ini akan menjadi pelajaran bagi para pembuat monumen di seluruh dunia?



