Verdonk Diragukan Tampil Lawan Oman: Adaptasi Kilat Jadi Penentu
Baca dalam 60 detik
- Calvin Verdonk baru tiba di Jakarta pada Kamis (4/6) dan hanya punya satu sesi latihan resmi sebelum laga kontra Oman.
- Ketua BTN Sumardji menyatakan kepastian bermain Verdonk bergantung pada kondisi fisik dan kesiapan adaptasinya.
- Bek Lille itu baru menyelesaikan musim gemilang di Ligue 1, namun minim waktu persiapan bersama skuad Garuda.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542151/original/077605100_1774935256-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-66.jpg)
Calvin Verdonk, bek naturalisasi asal Belanda yang memperkuat LOSC Lille, belum mendapat lampu hijau untuk tampil penuh saat Timnas Indonesia menjamu Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (5/6/2026) malam. Kepastian baru akan diketahui setelah sesi latihan resmi terakhir pada Kamis (4/6/2026).
Pemain berusia 28 tahun itu dijadwalkan tiba di Jakarta pada Kamis pagi setelah terbang dari Prancis pada Rabu malam waktu setempat. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa Verdonk terancam absen karena urusan pribadi, namun Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengonfirmasi bahwa sang pemain akhirnya bergabung. Meski demikian, waktu yang tersisa sangat sempit.
“Tergantung kondisi, karena hari ini Verdonk baru tiba di Jakarta,” ujar Sumardji kepada media. Timnas Indonesia hanya memiliki satu sesi official training pada Kamis sore. Dengan jadwal padat itu, peluang Verdonk untuk langsung dimainkan sebagai starter dinilai tipis. Pelatih Shin Tae-yong kemungkinan besar akan menempatkannya di bangku cadangan atau memberinya menit bermain terbatas.
Kedatangan Verdonk sejatinya menjadi suntikan moral bagi lini pertahanan Indonesia. Pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini baru saja mengakhiri musim impresif bersama Lille. Ia mencatatkan 26 penampilan di berbagai ajang, termasuk 18 laga di Ligue 1, tujuh di Europa League, dan satu di Coupe de France. Keberhasilannya membawa Les Dogues finis di peringkat ketiga Liga Prancis dan memastikan tiket ke Liga Champions musim depan menunjukkan kualitasnya.
Bagi Timnas Indonesia, laga melawan Oman bukan sekadar uji coba biasa. Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan menuju putaran kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan bergulir dalam beberapa bulan ke depan. Shin Tae-yong diharapkan bisa memaksimalkan kehadiran pemain-pemain naturalisasi seperti Verdonk untuk memperkuat skuad Garuda. Namun, adaptasi yang minim menjadi tantangan tersendiri.
Dari sisi taktik, kehadiran Verdonk memberikan opsi lebih bagi Shin Tae-yong. Ia bisa bermain sebagai bek kiri murni atau wing-back dalam formasi tiga bek. Namun, chemistry dengan rekan setim seperti Jordi Amat dan Asnawi Mangkualam perlu dibangun dalam waktu singkat. Jika Verdonk tidak dimainkan sejak awal, Indonesia masih memiliki Pratama Arhan atau Edo Febriansyah yang siap mengisi pos tersebut.
Pertandingan melawan Oman diprediksi berjalan ketat. Oman bukan lawan sembarangan; mereka memiliki pengalaman di level Asia dan kerap menyulitkan tim-tim unggulan. Bagi Indonesia, hasil positif akan menjadi modal berharga. Namun, keputusan akhir soal Verdonk ada di tangan pelatih setelah melihat kondisi pemain dalam latihan resmi nanti.
Akankah Verdonk mampu menunjukkan performa terbaiknya meski baru bergabung? Atau justru Shin Tae-yong akan lebih berhati-hati dan memberinya waktu lebih untuk beradaptasi? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa jam ke depan.



