Como Berburu Bek Baru untuk Liga Champions: Incar Muharemovic dan Yan Couto
Baca dalam 60 detik
- Como yang musim depan tampil di Liga Champions mulai bergerak di bursa transfer dengan membidik dua bek, Tarik Muharemovic dan Yan Couto.
- Muharemovic, yang sebelumnya menjadi target Inter Milan, kini terbuka pindah setelah Inter beralih ke Oumar Solet.
- Yan Couto, bek kanan berusia 24 tahun milik Borussia Dortmund, juga masuk radar Como untuk memperkuat lini belakang.

Como, klub promosi yang musim depan akan tampil di Liga Champions, mulai bergerak di bursa transfer dengan membidik dua pemain bertahan: Tarik Muharemovic dari Sassuolo dan Yan Couto dari Borussia Dortmund. Langkah ini menjadi sinyal ambisi klub yang dalam tiga tahun berhasil naik dari Serie B ke kasta tertinggi Eropa.
Kejutan yang ditorehkan Como musim ini—finis di empat besar Serie A—membuka peluang untuk bersaing di Liga Champions. Manajemen klub pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dengan berburu pemain berkualitas. Menurut laporan Tuttomercatoweb, target utama mereka adalah Muharemovic, bek tengah asal Bosnia yang sebelumnya menjadi incaran Inter Milan.
Inter, yang sempat serius mendekati Muharemovic, kini dikabarkan mengalihkan fokus ke Oumar Solet dari Udinese. Situasi ini membuat jalan bagi Como untuk mendapatkan pemain berusia 22 tahun itu semakin terbuka. Muharemovic sendiri merupakan produk akademi Juventus, dan dalam kesepakatan penjualannya ke Sassuolo, Juventus berhak atas 50 persen dari biaya transfer di masa depan. Hal ini bisa menjadi pertimbangan dalam negosiasi.
Selain Muharemovic, Como juga dikaitkan dengan Yan Couto, bek kanan serba bisa yang bisa bermain sebagai wing-back. Pemain berusia 24 tahun itu memiliki pengalaman di beberapa klub top Eropa seperti Manchester City, Girona, dan Braga, sebelum akhirnya bergabung dengan Borussia Dortmund pada 2024 dengan nilai transfer €25 juta. Kehadirannya diharapkan bisa memberikan opsi taktis bagi pelatih Cesc Fabregas yang dikenal gemar dengan skema menyerang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Como ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub yang sebelumnya tidak diperhitungkan mampu membangun skuad kompetitif dalam waktu singkat. Jika berhasil mendatangkan kedua pemain tersebut, Como tidak hanya akan memperkuat pertahanan, tetapi juga menambah daya gedor dari sisi sayap. Ini menjadi bukti bahwa investasi yang tepat dan perencanaan jangka panjang bisa mengubah nasib klub.
Namun, persaingan di bursa transfer tentu tidak mudah. Como harus bersaing dengan klub-klub lain yang juga mengincar pemain serupa. Apalagi, dengan status sebagai pendatang baru di Liga Champions, mereka mungkin belum memiliki daya tarik sekuat klub-klub mapan. Pertanyaannya, mampukah Como meyakinkan para pemain untuk bergabung dan melanjutkan kisah sukses mereka?



