Iraola ke Liverpool: Harapan Baru atau Risiko Besar?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool mengonfirmasi kesepakatan lisan dengan Andoni Iraola untuk menggantikan Arne Slot yang dipecat akhir pekan lalu.
- Mantan gelandang Liverpool Danny Murphy menilai keputusan ini tepat karena gaya sepak bola agresif Iraola bisa mengembalikan optimisme fans.
- Keraguan muncul terkait minimnya pengalaman Iraola di klub besar dan kompetisi Eropa, serta kesesuaian skuad Liverpool saat ini.

Andoni Iraola akan segera diumumkan sebagai pelatih kepala Liverpool dalam pekan ini, setelah manajemen The Reds bergerak cepat mencari pengganti Arne Slot yang didepak pada Sabtu lalu. Kesepakatan lisan dengan pelatih asal Spanyol itu tercapai pada Selasa, menandai babak baru di Anfield yang tengah dilanda krisis kepercayaan.
Iraola datang dengan reputasi mentereng setelah membawa Bournemouth finis di posisi keenam Premier League musim lalu—prestasi terbaik klub dan tiket ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya. Namun, catatan gemilang itu belum cukup meredam skeptisisme. Minimnya pengalaman menangani klub sebesar Liverpool dan ketiadaan jam terbang di Eropa menjadi dua celah yang kerap disorot.
Danny Murphy, mantan gelandang Liverpool yang kini menjadi pengamat BBC, justru melihat sisi positif. “Setelah menyaksikan permainan Bournemouth, tak ada alasan untuk meragukan bahwa Iraola akan menerapkan gaya berani, menekan tinggi, dan menyerang,” ujarnya. Menurut Murphy, kehadiran Iraola mampu menggantikan “ketakutan” yang menyelimuti fans akibat performa buruk di bawah Slot dengan “harapan dan kegembiraan” menyongsong musim baru.
Namun, Murphy juga mengingatkan dua risiko besar. Pertama, tekanan media dan publik di Liverpool jauh lebih besar daripada di Bournemouth. “Bahkan sebagai pemain, segalanya berubah semalam karena ini salah satu klub terbesar dunia,” katanya. Kedua, tuntutan fisik untuk memainkan sepak bola berintensitas tinggi setiap beberapa hari sekali membutuhkan skuad yang fit dan dinamis—kualitas yang menurut Murphy belum dimiliki Liverpool saat ini. “Jendela transfer musim panas menjadi krusial,” tegasnya.
Kekecewaan terhadap Slot memang nyata. Setelah memenangi gelar liga ke-20 yang menyamai rekor di musim pertamanya, Liverpool terpuruk di posisi kelima musim berikutnya, tertinggal 25 poin dari Arsenal. Gaya bermain yang membosankan membuat banyak fans kehilangan antusiasme. Peter Bolster dari podcast Spion Kop mengaku, “Sebagian besar musim lalu saya tidak bersemangat menonton Liverpool. Kini, apa pun yang terjadi, saya kembali bersemangat.”
Ste Plunkett dari Redmen TV menilai Iraola adalah “cocok secara alami” dengan filosofi Liverpool yang menginginkan sepak bola agresif ala Jurgen Klopp. Meski tanpa pengalaman Eropa, Plunkett yakin Iraola tidak gentar menghadapi lawan mana pun. “Dia segar, tanpa beban masa lalu,” katanya.
Bagi penggemar Indonesia, dinamika ini menarik karena Liverpool memiliki basis suporter besar di Tanah Air. Keputusan merekrut pelatih tanpa pengalaman Eropa bisa menjadi ujian bagi kebijakan transfer klub. Jika Iraola gagal beradaptasi, bukan tidak mungkin Liverpool akan kembali berburu pelatih dalam waktu dekat. Sebaliknya, jika sukses, ia bisa menjadi contoh bahwa talenta dari klub “kecil” mampu bersinar di panggung terbesar.
Pertanyaan besarnya: akankah Iraola mampu membangun skuad yang sesuai dengan gaya sepak bolanya, atau justru menjadi korban berikutnya dari tekanan Anfield? Musim depan akan menjadi jawabannya.



