Kohli Pamer Kelas Abadi, RCB Juara IPL Dua Musim Beruntun
Baca dalam 60 detik
- Virat Kohli mempersembahkan gelar IPL kedua beruntun bagi Royal Challengers Bengaluru setelah mengalahkan Gujarat Titans di final Ahmedabad.
- Kapten RCB itu mencetak 75* dari 42 bola, termasuk pukulan six penutup yang memastikan kemenangan dengan 12 bola tersisa.
- Dominasi RCB musim ini menegaskan perpaduan pengalaman dan talenta muda sebagai formula juara di IPL.

Virat Kohli kembali membuktikan diri sebagai maestro kriket T20 setelah membawa Royal Challengers Bengaluru (RCB) meraih gelar Indian Premier League (IPL) kedua secara beruntun. Dalam final yang berlangsung di Narendra Modi Stadium, Ahmedabad, Minggu (25/5) malam, Kohli mencetak 75* dari 42 bola untuk mengantarkan timnya menang lima wicket atas Gujarat Titans.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi RCB di kancah IPL, setelah musim lalu mereka memutus puasa gelar selama 18 tahun. Dengan skuad yang nyaris tidak berubah, tim asuhan Rajat Patidar tampil konsisten sepanjang musim dan finis di puncak klasemen sebelum melibas lawan-lawannya di babak gugur.
Gujarat Titans yang memenangkan undian dan memilih batting terlebih dahulu hanya mampu mengumpulkan 155-8 dalam 20 overs. Washington Sundar menjadi satu-satunya pemain yang memberikan perlawanan berarti dengan 50* dari 37 bola, sementara Jos Buttler hanya mampu menyumbang 19 sebelum terkena stumping. Dari sisi bowling, Rasikh Salam Dar tampil gemilang dengan 3-27, didukung Josh Hazlewood dan Bhuvneshwar Kumar yang masing-masing mengambil dua wicket.
Dalam pengejaran, Kohli dan Venkatesh Iyer (32 dari 16) membuka dengan gemilang melalui kerja sama 62 run. Setelah Iyer dan Devdutt Padikkal pulang, Rashid Khan sempat membuat RCB goyah dengan dua wicket beruntun, termasuk kapten Patidar. Namun Kohli, yang pensiun dari T20 internasional setelah Piala Dunia 2024, tetap tenang dan membangun kemitraan krusial 41 run bersama Tim David (24).
Puncak pertandingan terjadi ketika Kohli memukul Arshad Khan melewati long-on untuk six, memicu euforia puluhan ribu penggemar RCB yang memadati stadion. "Saya bilang ke beberapa pemain, tekanan tahun ini tidak seberat tahun lalu," ujar Kohli usai pertandingan. "Kami tahu kemampuan grup ini. Ada alasan kenapa kami finis pertama di klasemen."
Bagi pecinta kriket Indonesia, performa Kohli menjadi pengingat bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap kompetitif di level tertinggi. Di usia 37 tahun dan akan genap 38 tahun pada November mendatang, Kohli justru mencatatkan half-century tercepatnya di IPL musim ini. "Tuntutan olahraga saat ini sangat tinggi. Pemain muda terus mendorong saya untuk meningkatkan permainan," kata Kohli yang dinobatkan sebagai pemain terbaik final.
Keberhasilan RCB mempertahankan gelar juga menjadi bukti bahwa investasi pada pemain senior seperti Kohli, Hazlewood, dan Bhuvneshwar Kumar masih sangat relevan di era kriket yang didominasi kecepatan dan kekuatan. Pertanyaan besarnya kini: mampukah RCB meniru jejak Chennai Super Kings yang meraih tiga gelar beruntun? Atau justru Gujarat Titans akan bangkit musim depan dengan skuad yang diperkuat?



