Arsenal Siapkan Dana Rp3,5 Triliun untuk Duo Bintang Baru demi Revans Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan mengincar Morgan Rogers (Aston Villa) dan Eli Junior Kroupi (Bournemouth) dengan nilai total £175 juta atau sekitar Rp3,5 triliun.
- Kedua pemain dinilai sebagai solusi atas tumpulnya lini serang Arsenal musim lalu, terutama setelah Viktor Gyokeres tampil inkonsisten di final Liga Champions.
- Jika rencana ini terealisasi, Arsenal berpotensi menjadi salah satu klub dengan belanja pemain termahal di bursa transfer musim panas 2026.

Kekalahan pahit dari PSG di final Liga Champions 2026 memaksa Arsenal bergerak cepat. Manajer Mikel Arteta secara terbuka menuntut langkah besar untuk mengejar ketertinggalan dari elit Eropa, dan laporan terbaru mengindikasikan bahwa The Gunners siap menggelontorkan dana fantastis demi dua pemain muda potensial: Morgan Rogers dan Eli Junior Kroupi.
Menurut jurnalis Jamie Dickenson, Arsenal telah menyusun rencana pembelian ganda senilai £175 juta (sekitar Rp3,5 triliun) untuk merekrut gelandang serang Aston Villa, Morgan Rogers, serta penyerang Bournemouth, Eli Junior Kroupi. Langkah ini menjadi prioritas setelah lini depan Arsenal dinilai gagal tampil maksimal sepanjang musim, terutama di momen krusial seperti partai puncak di Budapest.
Kegagalan Arsenal di final bukan sekadar soal hasil akhir. Statistik menunjukkan bahwa Viktor Gyokeres, yang dibeli dengan harga mahal musim lalu, hanya mampu melepaskan satu tembakan dan kehilangan bola sepuluh kali dari 20 sentuhan selama pertandingan. Masalah serupa juga menghantui permainan sayap kiri, di mana Leandro Trossard yang berusia 31 tahun mulai menunjukkan penurunan performa, sementara Gabriel Martinelli hanya mencetak satu gol di Premier League sepanjang musim.
Pilihan merekrut Rogers dan Kroupi menunjukkan perubahan strategi Arsenal. Rogers, yang tampil agresif dan produktif di lini tengah Villa, dinilai sebagai versi lebih tajam dari Eberechi Eze. Sementara Kroupi, meski masih mentah, dianggap memiliki potensi lebih besar sebagai striker serba bisa dibandingkan Gyokeres. Bournemouth sendiri memanfaatkan Kroupi sebagai ujung tombak maupun second striker, fleksibilitas yang tidak dimiliki penyerang Swedia tersebut.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Arsenal ini menarik untuk dicermati. Investasi besar-besaran klub Premier League kerap memengaruhi pasar transfer Asia, termasuk potensi perekrutan pemain dari kawasan ASEAN. Selain itu, performa Arsenal musim depan akan menjadi tolok ukur apakah strategi belanja pemain muda dengan harga selangit mampu bersaing dengan klub-klub kaya seperti PSG atau Manchester City.
Arteta sendiri menegaskan bahwa klub harus bergerak cepat dan cerdas. “Kami akan mengambil keputusan penting untuk mencapai level berikutnya. Ini menuntut ambisi yang sangat besar,” ujarnya usai final. Dengan dana segar dari penjualan pemain dan suntikan pemilik, Arsenal tampaknya siap memanfaatkan bursa transfer musim panas ini untuk membangun skuad yang lebih kompetitif.
Pertanyaan besarnya: akankah duet Rogers dan Kroupi mampu mengubah nasib Arsenal di Eropa, atau justru menjadi beban finansial jika gagal beradaptasi? Musim depan akan menjadi jawabannya.



