Tottenham Siapkan Revolusi Lini Belakang, Incar Duo Brighton
Baca dalam 60 detik
- Tottenham berencana melepas kapten Cristian Romero dan kiper Guglielmo Vicario pada bursa musim panas.
- Klub asal London Utara itu mengincar bek Jan Paul van Hecke dan kiper Bart Verbruggen dari Brighton sebagai pengganti.
- Kedatangan Roberto De Zerbi sebagai pelatih disebut menjadi faktor kunci dalam negosiasi dengan mantan klubnya.
Tottenham Hotspur tengah bersiap melakukan perombakan besar-besaran di lini pertahanan pada bursa transfer musim panas mendatang. Klub yang bermarkas di London Utara itu dilaporkan akan melepas dua pilar utamanya, Cristian Romero dan Guglielmo Vicario, dan telah menyiapkan pengganti dari Brighton & Hove Albion, yakni Jan Paul van Hecke dan Bart Verbruggen.
Keputusan ini diambil setelah Tottenham nyaris terpuruk di papan bawah Liga Inggris selama tiga musim beruntun. Manajemen klub menilai perubahan fundamental diperlukan untuk mengembalikan kejayaan. Romero, yang juga berstatus kapten tim, dinilai kerap menunjukkan sikap disiplin yang buruk, sementara performa Vicario di bawah mistar musim ini dianggap mengecewakan.
Menurut laporan TeamTalk, Tottenham sudah menjalin komunikasi dengan Brighton untuk memboyong Van Hecke dan Verbruggen. Kehadiran Roberto De Zerbi sebagai pelatih anyar Tottenham disebut menjadi nilai tambah, karena ia mengenal betul kedua pemain tersebut saat menangani Brighton sebelumnya. Meski demikian, minat Tottenham terhadap duet Brighton itu sebenarnya sudah ada sebelum De Zerbi tiba.
Sebelumnya, Tottenham dikabarkan telah sepakat mendatangkan Andy Robertson dari Liverpool dan Marcos Senesi dari Bournemouth secara gratis setelah kontrak mereka habis. Langkah ini menjadi fondasi awal dari proyek pembangunan kembali lini belakang yang digadang-gadang akan menjadi prioritas utama pada bursa mendatang.
Van Hecke dinilai sebagai bek tengah yang lebih disiplin dibandingkan Romero, yang kerap mendapat kartu merah dan kuning karena pelanggaran tak perlu. Sementara itu, Verbruggen dianggap sebagai kiper masa depan yang lebih stabil ketimbang Vicario yang musim ini kerap melakukan kesalahan fatal. Keduanya diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang bagi Tottenham.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik untuk diikuti. Jika transfer ini terwujud, maka lini pertahanan Tottenham akan dihuni oleh pemain-pemain yang lebih solid dan disiplin. Hal ini bisa berdampak pada persaingan di papan atas Liga Inggris, terutama jika Tottenham mampu kembali bersaing di zona Eropa. Selain itu, kehadiran De Zerbi sebagai pelatih asal Italia yang pernah sukses di Brighton juga menjadi daya tarik tersendiri.
Namun, masih ada tanda tanya besar mengenai kemampuan Tottenham dalam memenuhi banderol harga yang diminta Brighton. The Seagulls dikenal sebagai klub yang keras dalam negosiasi dan kerap menjual pemain dengan harga mahal. Meski demikian, dana segar dari penjualan Romero dan Vicario diyakini bisa menjadi modal utama untuk merealisasikan rencana ini.
Dengan dua langkah tambahan ini, Tottenham berpotensi menyelesaikan kelemahan terbesar mereka musim lalu. Pertanyaannya, akankah De Zerbi mampu membangun kembali tembok pertahanan yang kokoh seperti saat ia menangani Brighton? Atau justru sebaliknya, perombakan besar-besaran ini malah membuat Tottenham kehilangan identitas? Hanya waktu yang akan menjawab.



