Negosiasi Memanas: Nottingham Forest Kepung Roma demi Bek Muda Jan Ziolkowski
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest mengintensifkan perburuan bek tengah Jan Ziolkowski dari AS Roma, dengan selisih harga sekitar β¬5 juta yang masih menjadi ganjalan.
- Tekanan finansial Roma untuk memenuhi komitmen UEFA pada akhir Juni membuat mereka terpaksa menjual pemain, memperkuat posisi tawar Forest.
- Kesepakatan potensial ini bisa menjadi sinyal ambisi Forest untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga bersaing di papan tengah Premier League musim depan.
Nottingham Forest bergerak cepat di bursa transfer awal musim panas ini dengan membidik bek tengah muda AS Roma, Jan Ziolkowski. Klub asal Inggris tersebut dijadwalkan bertemu dengan perwakilan Roma dalam beberapa hari ke depan untuk mencapai kesepakatan definitif, demikian laporan SportMediaset.
Manajer Vitor Pereira, yang berhasil membawa Forest keluar dari jerat degradasi musim lalu, mendapat dukungan penuh dari pemilik klub, Evangelos Marinakis, untuk memperkuat skuad. Bek tengah menjadi prioritas setelah lini pertahanan masih dianggap rapuh meski ada perbaikan di akhir musim. Ziolkowski, yang baru bergabung dengan Roma dari Legia Warsaw pada Agustus 2025 dengan nilai transfer sekitar Β£5 juta plus bonus, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi bek Premier League.
Namun, negosiasi belum mulus. Forest dilaporkan hanya bersedia membayar sekitar β¬15 juta (Β£12,7 juta), sementara Roma membanderol pemain berusia 20 tahun itu dengan harga β¬20 juta (Β£17 juta). Selisih β¬5 juta (Β£4,2 juta) ini menjadi batu sandungan utama. Meski demikian, optimisme masih ada karena kedua klub diyakini akan terus berunding.
Faktor kunci yang bisa mempercepat kesepakatan adalah tekanan finansial yang dihadapi Roma. Klub Serie A itu harus menghasilkan keuntungan modal yang signifikan sebelum akhir Juni untuk memenuhi kewajiban keuangan yang disepakati dengan UEFA. Situasi ini membuat Roma terpaksa melepas sejumlah pemain, termasuk Ziolkowski yang dianggap sebagai kandidat jual paling realistis. Kondisi ini jelas menguntungkan Forest, yang berhadapan dengan klub yang butuh uang, bukan klub yang ngotot mempertahankan pemain.
Bagi Forest, merekrut pemain semuda Ziolkowski bukan hanya untuk kebutuhan jangka pendek. Pereira ingin membangun kedalaman skuad yang kompetitif agar tidak lagi harus berjuang di papan bawah. Dengan pengalaman Premier League yang hanya satu musim, Forest sadar bahwa mereka harus cerdas di bursa transfer untuk bisa bersaing dengan klub-klub besar. Ziolkowski, dengan postur dan kemampuannya membaca permainan, diyakini bisa langsung berkontribusi sekaligus menjadi aset jangka panjang.
Di sisi lain, keputusan Roma untuk menjual pemain muda seperti Ziolkowski menunjukkan betapa ketatnya regulasi keuangan UEFA. Klub-klub Italia kerap terjebak dalam kebutuhan untuk menjual aset muda demi memenuhi target neraca. Ini menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai berani berinvestasi di pemain muda: manajemen keuangan yang sehat sama pentingnya dengan prestasi di lapangan.
Ke depan, kesepakatan ini bisa menjadi tolok ukur ambisi Forest. Apakah mereka akan berani menaikkan tawaran atau mencari alternatif lain? Bagi Roma, setiap euro sangat berarti menjelang tenggat waktu. Pertarungan di meja negosiasi akan menentukan apakah Ziolkowski akan berseragam merah putih Nottingham atau tetap bertahan di ibu kota Italia.



