Julian Alvarez: Dari Bayang-bayang Messi ke Garda Depan Argentina di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Julian Alvarez, penyerang serba bisa Argentina, siap menjadi andalan utama di Piala Dunia 2026 setelah menembus tim inti di Qatar 2022.
- Kariernya melejit dari River Plate ke Manchester City, kini menjadi pilar Atletico Madrid dengan koleksi trofi bergengsi termasuk Piala Dunia.
- Argentina tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania, memulai laga perdana pada 16 Juni 2026 di Kansas City.
Julian Alvarez bukan lagi sekadar pelapis Lionel Messi. Penyerang berusia 26 tahun itu kini menjelma menjadi tulang punggung lini depan Argentina yang akan mempertahankan gelar juara dunia di Piala Dunia 2026. Dengan jam terbang tinggi di klub-klub elite Eropa dan koleksi trofi yang membuat iri banyak pemain senior, Alvarez diproyeksikan menjadi motor serangan La Albiceleste di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Perjalanan Alvarez dimulai di River Plate, tempat ia diasah oleh Marcelo Gallardo menjadi penyerang modern yang agresif dalam pressing, cerdas dalam kombinasi, dan mematikan di depan gawang. Puncaknya terjadi pada 2021 ketika ia menjadi motor kemenangan River di berbagai kompetisi, menarik minat Manchester City. Di bawah asuhan Pep Guardiola, Alvarez tidak hanya beradaptasi dengan tuntutan sepak bola Inggris, tetapi juga memborong gelar: Premier League, FA Cup, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Pada Agustus 2024, ia pindah ke Atletico Madrid dan langsung menjadi andalan Diego Simeone.
Di level internasional, Alvarez telah mengoleksi Copa America 2021, Piala Dunia Qatar 2022, dan Copa America 2024. Ia memulai turnamen di Qatar sebagai pemain cadangan, tetapi setelah kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi, pelatih Lionel Scaloni memasukkannya ke tim inti. Alvarez membayar kepercayaan itu dengan empat gol, termasuk dwigol melawan Kroasia yang memastikan Argentina melaju ke final. Messi sendiri memujinya sebagai pemain yang luar biasa sepanjang turnamen.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menilai Alvarez sebagai pemain yang bisa beradaptasi dengan klub mana pun. "Julian adalah Julian. Ia bisa cocok di City, Atleti, Barcelona, atau Real Madrid. Ia melakukan apa pun yang diminta pelatih, bahkan peran yang tidak alami baginya," ujar Scaloni. Simeone, pelatih Atletico, menyoroti kerendahan hati Alvarez yang tetap bekerja keras meski sudah menjadi juara dunia.
Argentina akan memulai kampanye Piala Dunia 2026 di Grup J melawan Aljazair pada 16 Juni di Stadion Kansas City, disusul Austria pada 22 Juni, dan Yordania pada 27 Juni. Dengan skuad inti yang sebagian besar masih sama seperti di Qatar, ditambah pemain muda berbakat, Argentina difavoritkan melaju jauh. Namun, tekanan sebagai juara bertahan dan persaingan ketat dari negara-negara seperti Brasil, Prancis, dan Jerman akan menjadi ujian berat bagi Scaloni dan anak asuhnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kiprah Alvarez menjadi tontonan menarik. Ia mewakili generasi baru penyerang serba bisa yang tidak hanya mengandalkan kecepatan atau kekuatan, tetapi juga kecerdasan taktis dan kerja keras. Pertanyaannya, mampukah Alvarez mempertahankan performa puncaknya dan membawa Argentina kembali ke puncak dunia? Atau justru tekanan sebagai pemain kunci akan menjadi batu sandungan? Piala Dunia 2026 akan memberi jawabannya.

