Vingegaard Ukir Sejarah: Kini Kuasai Tiga Grand Tour Usai Juara Giro d'Italia
Baca dalam 60 detik
- Jonas Vingegaard menjadi pembalap kedelapan yang memenangi tiga Grand Tour setelah menaklukkan Giro d'Italia dengan keunggulan 5 menit 33 detik.
- Kemenangan di Roma melengkapi koleksi Vuelta a Espana (2024) dan dua gelar Tour de France (2022, 2023), menegaskan dominasinya di panggung balap sepeda dunia.
- Persaingan Vingegaard dengan Tadej Pogacar di Tour de France 2025 pada 4 Juli mendatang menjadi sorotan, mengingat keduanya dalam performa puncak.

Jonas Vingegaard resmi mencatatkan namanya dalam buku sejarah balap sepeda dunia. Pembalap asal Denmark berusia 29 tahun itu menjadi orang kedelapan yang berhasil memenangi ketiga Grand Tour putra setelah mengunci gelar Giro d'Italia di Roma, Minggu (1/6). Kemenangan ini melengkapi koleksinya yang sebelumnya telah mencakup Vuelta a Espana 2024 serta dua mahkota Tour de France pada 2022 dan 2023.
Vingegaard, yang membela tim Visma-Lease a Bike, finis dengan keunggulan telak 5 menit 33 detik atas Felix Gall (Austria) dari Decathlon-CMA CGM. Posisi ketiga ditempati Jai Hindley (Australia) dari Red Bull-Bora-Hansgrohe dengan selisih 63 detik lebih lambat. "Memenangi ketiganya sangat istimewa bagi saya. Sulit mencari kata-kata untuk menggambarkannya," ujar Vingegaard usai balapan.
Giro edisi tahun ini menyajikan 21 etape yang menantang, terutama di kawasan Alpen dan Dolomites Italia. Vingegaard menunjukkan superioritasnya dengan serangan metodis pada etape-etape kunci, biasanya sekitar 10 kilometer menjelang finis, yang tidak mampu diimbangi lawan. Meski dominasinya sudah diprediksi, balapan tetap menyuguhkan drama, termasuk etape kelima yang legendaris dihujani deras dan diwarnai kecelakaan ganda Igor Arrieta serta Afonso Eulalio.
Kemenangan Vingegaard di Giro tidak lepas dari kerja keras tujuh rekan setimnya yang setia mengawalnya sepanjang tiga pekan. Ia juga berbagi sebagian besar hadiah uang dengan mereka. Di luar trek, momen viral justru datang dari pembalap muda Tim Rex yang wajahnya penuh derita saat memimpin pendakian etape 14 menjadi meme di kalangan penggemar.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, pencapaian Vingegaard menambah daftar pembalap legendaris yang pernah menjuarai tiga Grand Tour, seperti Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Alberto Contador. Dominasinya juga menegaskan bahwa era persaingan ketat dengan Tadej Pogacar masih jauh dari usai. Keduanya dijadwalkan bertemu di Tour de France 2025 yang dimulai 4 Juli mendatang, dengan Pogacar tetap diunggulkan meski Vingegaard menunjukkan performa impresif pasca-kecelakaan parah tahun lalu.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Vingegaard mempertahankan mahkota Tour de France dari incaran Pogacar yang haus kemenangan? Atau justru persaingan sengit ini akan melahirkan babak baru dalam sejarah balap sepeda?



