Tersingkir di Playoff, Tangerang Hawks Fokus Genjot Kualitas Pemain Lokal
Baca dalam 60 detik
- Tangerang Hawks tersapu Dewa United Banten 0-2 pada putaran pertama playoff IBL GoPay 2026, memaksa tim mengevaluasi ulang strategi.
- Pelatih Tondi Raja Syailendra menilai pemain lokal masih kurang menit bermain dan perlu ditingkatkan kualitasnya agar setara dengan pemain asing.
- Dengan dua musim beruntun lolos playoff, Hawks menargetkan pencapaian lebih tinggi, bukan sekadar menjadi peserta.

Kegagalan Tangerang Hawks Basketball melaju ke semifinal IBL GoPay 2026 setelah disapu Dewa United Banten (0-2) menjadi titik balik bagi klub. Manajemen dan staf pelatih kini mengarahkan fokus pada peningkatan kualitas pemain lokal sebagai fondasi utama musim depan.
Perjalanan Hawks musim ini diwarnai dinamika internal. Sempat berganti pelatih asing yang tidak jelas, kursi pelatih kepala akhirnya dipegang Antonius Joko Endratmo. Namun setelah tiga pertandingan dengan rekor 1-2, Joko mundur dan digantikan Tondi Raja Syailendra. Di bawah Tondi, Hawks mencatat rekor 9-8 dan kembali lolos playoff, meski di akhir musim reguler mereka menelan empat kekalahan beruntun.
Penurunan performa juga dipicu cedera pemain kunci, termasuk Yesaya Alessandro Saudale yang mengalami masalah punggung pada Game 1 dan absen di Game 2 karena urusan keluarga. Selain itu, pergantian pemain asing yang tidak cocok dengan skema permainan turut mempengaruhi konsistensi tim. โDewa United adalah tim yang sulit kami kalahkan, bahkan sering kalah dengan margin 20 angka,โ ujar Tondi.
Dalam evaluasi, Tondi menekankan bahwa pemain muda Hawks, baik yang sudah ada sejak awal maupun hasil bursa transfer, masih kurang pengalaman dan menit bermain. โPerbaikan untuk pemain lokal pastinya. Mereka harus lebih siap lagi menghadapi musim depan, terutama jika harus bermain di playoff,โ tegasnya. Winston Swenjaya, salah satu pemain muda, mengamini: โKami tim muda dengan menit bermain sedikit, tapi musim ini kami diberi kesempatan lebih besar.โ
Langkah ini menjadi krusial mengingat kompetisi IBL semakin ketat dengan dominasi pemain asing. Dengan dua musim beruntun menembus playoff, Hawks tidak ingin hanya menjadi peserta. Target ke depan adalah meraih prestasi lebih tinggi, dan itu dimulai dari pengembangan pemain lokal yang lebih kompetitif. Pertanyaannya, apakah strategi ini cukup untuk menyaingi tim-tim papan atas seperti Dewa United?



