Hangtuah Tersingkir di Playoff IBL, Semangat Juang Raih Simpati Suporter
Baca dalam 60 detik
- Hangtuah Jakarta kembali gagal melaju ke semifinal IBL setelah kalah 0-2 dari Satria Muda Pertamina Bandung di babak pertama playoff.
- Absennya Rakeem Christmas akibat cedera menjadi pukulan telak yang mengurangi daya gedor Hangtuah di bawah ring sepanjang seri playoff.
- Pelatih Wahyu Widayat Jati masih memberikan sinyal ambigu soal masa depannya, sementara kapten tim Diftha Pratama optimistis dengan potensi skuad muda.

Jakarta โ Hangtuah Jakarta harus mengubur mimpi untuk berbicara lebih banyak di panggung IBL GoPay 2026 setelah kembali tersingkir di putaran pertama playoff. Meski kalah, tim berjuluk "Hantu" itu justru menuai pujian karena penampilan penuh perlawanan meski dalam kondisi pincang tanpa pilar utamanya.
Kepastian tersebut didapat setelah Hangtuah menyerah 0-2 dari Satria Muda Pertamina Bandung dalam seri best-of-three. Kekalahan ini menjadi kegagalan kedua berturut-turut di fase yang sama di bawah asuhan Wahyu Widayat Jati, yang akrab disapa Coach Cacing. Namun, berbeda dari musim lalu, kali ini Hangtuah harus berjuang tanpa Rakeem Christmas, pemain asing yang menjadi andalan di sektor dalam.
Coach Cacing mengakui kehilangan Christmas langsung mereduksi kekuatan tim secara signifikan. Meski demikian, ia menolak menjadikan absennya sang pemain sebagai alasan. "Kami tahu sulit bermain tanpa Rakeem, tapi saya apresiasi perjuangan pemain. Mereka tetap tampil dengan ciri khas: fight, energi tinggi, defense full court dan half court, serta pressure yang konsisten. Meski kalah, Hangtuah tetap jadi pemenang di hati penggemar," ujarnya.
Kapten tim Diftha Pratama menambahkan bahwa musim ini menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda Hangtuah. Banyak pihak yang meremehkan mereka, namun skuad asuhan Coach Cacing berhasil menjawab keraguan dengan performa solid di musim reguler. "Kami kurang beruntung di playoff karena Rakeem cedera. Tapi pemain muda kami punya potensi besar dan saya bangga," ungkap Diftha.
Pertanyaan besar kini mengemuka: akankah Wahyu Widayat Jati kembali menukangi Hangtuah musim depan? Saat dimintai konfirmasi, Coach Cacing hanya memberikan jawaban samar. "Kami persiapkan musim depan, kalau saya masih di Hangtuah," katanya sambil tersenyum. Ia menegaskan ingin membantu tim berkembang lebih baik lagi.
Bagi Hangtuah, musim ini setidaknya menjadi fondasi berharga. Dengan mayoritas pemain muda yang masih memiliki ruang berkembang besar, tim asal Jakarta itu berpotensi menjadi ancaman serius di musim-musim mendatangโasalkan mampu mempertahankan inti skuad dan menambah satu atau dua pemain berpengalaman. Pertanyaannya, akankah manajemen memberikan kepercayaan penuh pada proyek jangka panjang ini?