Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numpor Tewaskan Lima Warga
Baca dalam 60 detik
- Sebuah bom peninggalan Perang Dunia II meledak di kompleks perikanan Biak Numfor, menewaskan lima orang dan tiga lainnya hilang.
- Ledakan terjadi pada Minggu sore dan merusak sejumlah rumah; polisi masih menyelidiki asal-usul bom serta melakukan pencarian korban.
- Peristiwa ini mengingatkan kembali risiko ordonansi tidak meledak di wilayah bekas medan perang Pasifik yang masih mengintai masyarakat.

Lima warga tewas dan tiga orang dinyatakan hilang setelah sebuah bom yang diduga peninggalan Perang Dunia II meledak di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT. Ledakan dahsyat itu tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga merusak sejumlah rumah di sekitar lokasi.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan jenis dan asal-usul bom. "Diduga bom dari peninggalan Perang Dunia II. Ini masih kita telusuri," ujarnya. Hingga Minggu malam, tim gabungan dari Polres dan Brimob telah mengevakuasi lima jenazah, sementara tiga korban lainnya masih dalam pencarian.
Menurut Ari, lokasi kejadian belum dinyatakan steril. Petugas telah memasang garis polisi dan mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area tersebut guna mengantisipasi kemungkinan ledakan susulan. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati TKP dulu sementara karena kondisi masih belum aman, untuk mencegah ledakan berikutnya," tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya laten ordonansi tidak meledak (UXO) yang masih tersebar di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Papua yang menjadi medan pertempuran sengit antara Sekutu dan Jepang pada Perang Dunia II. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), puluhan insiden ledakan bom sisa perang terjadi setiap tahun di Indonesia, dengan korban jiwa yang tidak sedikit. Masyarakat di daerah bekas konflik kerap kali tidak menyadari risiko saat beraktivitas di lahan yang terkontaminasi.
Ledakan di Biak Numfor ini menyoroti perlunya inventarisasi dan pembersihan UXO secara sistematis oleh pemerintah, terutama di kawasan pemukiman dan pusat ekonomi. Para ahli memperkirakan masih ribuan bom sisa Perang Dunia II terkubur di tanah Papua, dan seiring pembangunan infrastruktur serta aktivitas warga, risiko ledakan akan terus meningkat jika tidak ada tindakan pencegahan yang terpadu.
Ke depan, aparat setempat diharapkan segera melakukan pemetaan zona berbahaya dan sosialisasi kepada masyarakat. Pertanyaan yang mengemuka: apakah peristiwa ini akan mendorong pemerintah untuk mempercepat program pembersihan UXO di Papua, atau justru kembali terabaikan hingga korban berikutnya berjatuhan?



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7600192/original/041429200_1780383981-WhatsApp_Image_2026-06-02_at_13.56.06.jpeg)