Tiga Legenda Berbagi Rekor: 8 Gol di Fase Gugur Piala Dunia, Siapa Berikutnya?
Baca dalam 60 detik
- Leonidas, Ronaldo, dan Mbappe sama-sama mengoleksi 8 gol di fase gugur Piala Dunia, rekor tertinggi sepanjang sejarah.
- Mbappe mencetak 8 gol dalam 8 laga knockout, termasuk hat-trick di final 2022, menunjukkan dominasi di panggung terbesar.
- Menjelang Piala Dunia 2026, rekor ini bisa terpecahkan, dengan Mbappe sebagai kandidat terkuat untuk memimpin sendiri.
Menjelang Piala Dunia 2026 yang tinggal delapan hari lagi, FIFA merilis catatan statistik yang menyoroti tiga nama legendaris: Leonidas da Silva, Ronaldo Nazário, dan Kylian Mbappe. Mereka bertiga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di fase gugur turnamen paling bergengsi di dunia, masing-masing dengan torehan delapan gol. Rekor ini tidak hanya menjadi bukti ketajaman di momen krusial, tetapi juga menggambarkan konsistensi luar biasa di panggung yang penuh tekanan.
Leonidas, striker Brasil era 1930-an, memulai perjalanannya di Piala Dunia 1934 dengan satu gol saat Brasil kalah dari Spanyol di babak pertama—saat itu sistem gugur langsung berlaku sejak awal. Empat tahun kemudian, ia mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan fase knockout, membawa Brasil finis di posisi ketiga. Prestasi ini menjadi fondasi rekor yang bertahan puluhan tahun.
Ronaldo, legenda Brasil lainnya, menyamai catatan Leonidas dengan torehan delapan gol di tiga edisi Piala Dunia. Pada 1998, ia mencetak tiga gol dalam empat laga knockout. Puncaknya terjadi di 2002, ketika ia melesakkan empat gol dalam empat pertandingan, termasuk dua gol di final melawan Jerman yang mengantarkan Brasil meraih gelar kelima. Satu gol tambahan di 2006 melengkapi koleksinya. Ronaldo dikenal sebagai pemain yang bangkit setelah cedera dan kontroversi, menjadikan rekor ini simbol ketangguhan.
Kylian Mbappe, penyerang muda Prancis, menjadi pemain aktif yang menyamai rekor tersebut. Dalam dua edisi Piala Dunia, ia mencetak delapan gol dari delapan penampilan fase knockout. Puncaknya adalah hat-trick di final 2022 melawan Argentina, meski Prancis akhirnya kalah adu penalti. Mbappe baru berusia 25 tahun dan berpotensi tampil di beberapa Piala Dunia lagi, menjadikannya kandidat kuat untuk memecahkan rekor ini sendirian.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, rekor ini mengingatkan pada momen-momen epik yang selalu dinantikan setiap empat tahun. Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menjadi ajang bagi generasi baru untuk menulis sejarah. Dengan format 48 tim, fase gugur akan lebih panjang, memberi peluang lebih besar bagi pemain seperti Mbappe untuk menambah pundi-pundi golnya. Pertanyaannya, akankah ada pemain Asia atau bahkan Indonesia yang mampu mendekati rekor ini di masa depan? Sepak bola Indonesia masih panjang perjalanannya, tetapi mimpi itu tidak mustahil.
Menatap ke depan, persaingan pencetak gol fase gugur akan menjadi salah satu cerita menarik di Piala Dunia 2026. Jika Mbappe terus tampil tajam, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pemain pertama yang mencapai dua digit gol di fase knockout. Namun, tantangan dari pemain lain seperti Erling Haaland atau pemain muda Brasil juga patut diperhitungkan. Satu hal yang pasti, rekor ini akan terus menjadi tolok ukur ketajaman di panggung terbesar sepak bola dunia.



