Timnas Jepang Disambut Meriah di Meksiko: Persiapan Piala Dunia 2026 Dimulai
Baca dalam 60 detik
- Jepang memulai pemusatan latihan di Monterrey, Meksiko, untuk adaptasi cuaca panas sebelum Piala Dunia 2026.
- Samurai Blue akan menghadapi Belanda, Tunisia, dan Swedia di Grup F, dengan laga pertama di Dallas Stadium.
- Turnamen edisi 2026 menampilkan 48 tim dan 104 pertandingan, pertama kali digelar tiga negara tuan rumah.

Kedatangan skuad Jepang ke Monterrey, Meksiko, pada Selasa (3/6) disambut antusiasme warga setempat yang meneriakkan "Japon!" sambil memberikan topi khas Meksiko. Momen ini menjadi awal dari persiapan serius Samurai Blue menjelang Piala Dunia 2026, turnamen yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara—Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Jepang, yang akan tampil untuk kedelapan kalinya berturut-turut di ajang sepak bola terbesar dunia, memilih Monterrey sebagai lokasi pemusatan latihan pra-turnamen. Selama sepekan hingga Minggu (8/6), para pemain akan beradaptasi dengan suhu panas yang kerap menjadi tantangan di stadion-stadion Amerika Utara. Setelah itu, mereka akan pindah ke Nashville, Tennessee, pada Senin (9/6) sebelum memulai pertandingan pertama Grup F melawan Belanda di Dallas Stadium pada 14 Juni.
Pelatih Hajime Moriyasu membawa 26 pemain ke Meksiko, dengan jadwal padat di Grup F. Setelah melawan Belanda, Jepang akan menghadapi Tunisia di Monterrey pada 20 Juni, lalu kembali ke Dallas untuk laga ketiga melawan Swedia pada 25 Juni. Pemilihan Monterrey sebagai basis awal bukan tanpa alasan: selain memiliki iklim yang mirip dengan beberapa kota tuan rumah, stadion di sana juga akan menjadi venue pertandingan kedua Jepang.
Bagi Indonesia, keikutsertaan Jepang di Piala Dunia selalu menjadi perhatian. Sebagai sesama negara Asia, pencapaian Samurai Blue kerap dijadikan tolok ukur perkembangan sepak bola di kawasan. Meski Timnas Indonesia belum lolos ke putaran final, peningkatan kualitas kompetisi domestik dan program pembinaan usia muda di Tanah Air bisa meniru model Jepang yang konsisten tampil di Piala Dunia sejak 1998. Keberhasilan Jepang beradaptasi dengan kondisi geografis dan cuaca yang berbeda juga menjadi pelajaran berharga bagi negara tropis seperti Indonesia.
Turnamen edisi 2026 ini menjadi yang terbesar dalam sejarah, dengan 104 pertandingan dan partisipasi 48 tim. Laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan pada 11 Juni akan menjadi pesta rakyat tuan rumah. Sementara itu, final di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli diprediksi menyedot perhatian global. Pertanyaannya, mampukah Jepang melampaui pencapaian terbaik mereka—babak 16 besar—di tengah persaingan yang semakin ketat?


