Krisis Sayap Arsenal: Vini Jr atau Olise Jadi Solusi?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal beralih ke Vinicius Junior setelah gagal mendatangkan Morgan Rogers yang memilih Chelsea dengan biaya £117 juta.
- Statistik menunjukkan Michael Olise dari Bayern Munich lebih unggul dalam produktivitas dan kontribusi defensif dalam setahun terakhir.
- Dengan kontrak Vini yang tersisa setahun, Real Madrid mungkin melepasnya, tetapi Olise bisa menjadi opsi lebih efisien untuk skema Mikel Arteta.

Hanya dalam sepekan, rencana belanja pemain Arsenal berubah total. Setelah kehilangan Morgan Rogers yang memilih Chelsea dengan rekor transfer £117 juta, The Gunners kini membidik mega bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Langkah ini muncul setelah Mikel Arteta menuntut ambisi lebih tinggi pasca final Liga Champions.
Vinicius Junior, yang dua tahun lalu disebut Jude Bellingham sebagai pemain terbaik dunia dan finis kedua Ballon d'Or, kini hanya memiliki setahun sisa kontrak di Santiago Bernabeu. Real Madrid enggan kehilangan pemain Brasil itu secara gratis, membuka peluang besar bagi Arsenal untuk mendatangkannya. Namun, harga dan gaji sang pemain tentu menjadi tantangan tersendiri.
“Dia adalah pemain sayap terbaik di dunia saat ini,” ujar Harry Kane, rekan setim Michael Olise di Bayern Munich, seperti dikutip media Inggris.
Arsenal sebenarnya juga memantau beberapa opsi lain, termasuk Julian Alvarez dari Atletico Madrid dan Eli Junior Kroupi dari Bournemouth. Namun, nama yang paling menarik perhatian adalah Michael Olise. Pemain Prancis berusia 23 tahun itu disebut-sebut sebagai incaran utama jika Arsenal gagal mendapatkan Vinicius. Menurut laporan TEAMtalk, Olise diminati Liverpool dan Manchester United, tetapi ia lebih memilih pindah ke LaLiga jika Real Madrid serius mengejar.
Perbandingan statistik dalam setahun terakhir justru menempatkan Olise di atas Vinicius. Winger Bayern itu mencatatkan 26 assist musim lalu, jauh melampaui produktivitas pemain Brasil. Selain itu, Olise lebih unggul dalam aspek defensif: jumlah ball recovery, tekel, dan intersepsi yang lebih tinggi. Gaya bermainnya yang mirip Bukayo Saka dan kemampuannya bermain sebagai gelandang serang membuatnya cocok dengan filosofi Arteta.
Bagi penggemar Arsenal di Indonesia, perburuan winger top ini menjadi tontonan menarik. Klub London Utara memang sangat membutuhkan tambahan daya gedor setelah Leandro Trossard hengkang ke Besiktas. Tzolis, rekrutan anyar, masih diragukan kemampuannya di level tertinggi. Kehadiran Vinicius atau Olise akan menjadi peningkatan instan, terutama dengan jadwal padat Liga Inggris dan Liga Champions.
Pertanyaan besarnya: mampukah Arsenal memenangi persaingan dengan raksasa Eropa lainnya? Dengan harga yang diperkirakan mencapai £80-100 juta, serta gaji fantastis, The Gunners harus bergerak cepat sebelum bursa transfer ditutup. Jika mampu mendatangkan salah satu dari dua pemain tersebut, target juara liga bukan lagi sekadar mimpi.



