Napoli Bidik Kembali Juan Jesus di Tengah Badai Cedera Lini Belakang
Baca dalam 60 detik
- Cedera panjang Alessandro Buongiorno memaksa Napoli mencari bek tambahan sebelum bursa transfer ditutup.
- Juan Jesus, yang kontraknya habis pada 30 Juni lalu, menjadi opsi utama karena status free agent dan pengalamannya di Serie A.
- Napoli masih terganjal batas kuota pemain dewasa sehingga harus menjual satu pemain untuk memberi ruang bagi Jesus.

Napoli harus memutar otak memperkuat lini pertahanan setelah badai cedera menimpa skuad asuhan Max Allegri di awal pramusim. Bek andalan Alessandro Buongiorno dipastikan absen dua hingga tiga bulan akibat operasi rekonstruksi ligamen lutut, meninggalkan lubang besar di jantung pertahanan Partenopei.
Krisis bertambah dengan kondisi Sam Beukema yang belum pulih sepenuhnya sejak akhir musim lalu. Dengan hanya beberapa opsi tersisa, manajemen Napoli disebut-sebut tengah mempertimbangkan untuk mendatangkan Juan Jesus—bek Brasil berusia 35 tahun yang baru saja berstatus bebas transfer setelah kontraknya tidak diperpanjang pada 30 Juni.
Menurut laporan Il Mattino dan Tuttomercatoweb, pengalaman Juan Jesus bersama Napoli antara 2021 hingga 2024 membuatnya menjadi kandidat ideal untuk mengisi kekosongan sementara. Selama tiga musim di Stadio Diego Armando Maradona, pemain kelahiran Belo Horizonte itu mencatat 77 penampilan di semua kompetisi, termasuk saat membantu Napoli meraih scudetto pada 2022/23.
Namun, kepulangan Jesus tidak semudah yang dibayangkan. Napoli saat ini menghadapi kendala regulasi kuota pemain dewasa (over-22). Untuk mendaftarkan Jesus, klub harus melepas salah satu pemain berusia di atas 22 tahun dalam skuad. Situasi ini memaksa direktur olahraga Giovanni Manna untuk memutar strategi—baik dengan meminjamkan atau menjual pemain yang tidak masuk dalam rencana Allegri.
Di sisi lain, Jesus tidak kekurangan tawaran. Selain Venezia yang masih berjuang di Serie A, klub raksasa Brasil Atletico Mineiro dan Deportivo La Coruna dari Spanyol juga dikabarkan menginginkan jasanya. Keputusan akhir ada di tangan pemain yang sudah malang-melintang di Italia selama 12 tahun tersebut. Jika Napoli gagal menyediakan jaminan waktu bermain yang cukup, Jesus bisa memilih petualangan baru di luar Italia.
Dilema Napoli mengingatkan pada problem klasik klub-klub Eropa yang bertumpu pada pemain senior dengan status free agent. Di Indonesia, fenomena serupa kerap terjadi di Liga 1 ketika klub kehilangan pemain inti akibat cedera dan harus bergerak cepat di bursa transfer tengah musim. Bedanya, regulasi kuota pemain di Serie A lebih ketat, sehingga setiap langkah harus diperhitungkan dengan cermat.
Ke depan, Napoli harus segera memutuskan apakah akan mempertahankan komposisi skuad yang ada atau berani mengambil risiko merekrut Jesus dan mengorbankan salah satu pemain muda. Dengan jadwal padat musim ini, satu keputusan yang salah bisa berakibat fatal pada performa tim.



