Nova Arianto Diuji Ulang Sukses Indra Sjafri di Piala AFF U-19 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia U-19 akan mempertahankan gelar juara Piala AFF U-19 di Medan, Juni mendatang, dengan Nova Arianto sebagai pelatih.
- Nova Arianto menghadapi tekanan tinggi setelah pendahulunya, Indra Sjafri, membawa tim tak terkalahkan pada edisi 2024.
- Turnamen ini juga menjadi batu loncatan menuju Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, dengan Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, dan Timor Leste.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4904522/original/096803500_1722272247-20240729BL_Final_Piala_AFF_U-19_2024_40.JPG)
Nova Arianto, pelatih yang baru setahun menukangi tim muda Indonesia, kini harus membuktikan diri di panggung yang lebih besar: mempertahankan gelar juara Piala AFF U-19 2026 di Medan, Sumatera Utara, pada 1-14 Juni mendatang. Setelah sukses membesut Timnas U-17, tantangan kali ini jauh lebih berat karena ia harus mengulang prestasi sempurna yang diraih pendahulunya, Indra Sjafri, dua tahun lalu.
Pada edisi 2024 di Surabaya, Indra Sjafri membawa Garuda Muda tak terkalahkan sejak fase grup hingga final. Tim asuhannya mencetak 15 gol dan hanya kebobolan satu gol dalam lima pertandingan, termasuk kemenangan 6-0 atas Filipina, 2-0 atas Kamboja, 6-1 atas Timor Leste, 1-0 atas Malaysia di semifinal, dan 1-0 atas Thailand di partai puncak. Prestasi itu juga melahirkan pemain terbaik, Dony Tri Pamungkas, dan kiper terbaik, Ikram Algiffari.
Kini, Nova Arianto dituntut mencatatkan back-to-back juara. Namun, ia menolak membebani pemain dengan target akhir. "Saya sampaikan kepada anak-anak, pastinya juara menjadi keinginan kita semua. Tapi saya enggak mau pemain hanya fokus dengan juaranya, saya mau fokus pemain adalah bagaimana prosesnya menuju ke sana," ujar Nova, seperti dikutip dari laporan resmi PSSI.
Pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, menilai Indonesia tetap menjadi unggulan. "Timnas Indonesia muda selalu masuk unggulan di level ASEAN. Saya kira tim asuhan Nova Arianto masih jadi salah satu kandidat juara," katanya. Ia juga memuji standar tinggi Nova sejak menangani U-17: disiplin, cermat dalam pemilihan pemain, dan taktik yang matang.
Bagi Indonesia, turnamen ini bukan sekadar ajang regional. Piala AFF U-19 menjadi batu loncatan menuju Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, yang akan menentukan nasib Garuda Muda di panggung Asia. Dengan status tuan rumah dan juara bertahan, ekspektasi publik pun melambung. Namun, Nova harus memastikan timnya tidak terpaku pada tekanan itu.
Pertanyaan besarnya: mampukah Nova Arianto menyamai jejak Indra Sjafri, atau justru terseok di bawah sorotan? Jawabannya akan terlihat di lapangan Medan, Juni nanti.



