Prabowo Tiba dari Prancis, Disambut Gibran dan Jajaran Kabinet
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu pagi, setelah kunjungan kenegaraan tiga hari ke Prancis.
- Kunjungan menghasilkan sejumlah agenda bilateral strategis, termasuk pertemuan dengan Presiden Macron dan pembahasan kerja sama pertahanan.
- Momen hangat terjadi saat Prabowo menyempatkan berfoto dengan pengawal Prancis sebelum bertolak ke Jakarta.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7332618/original/047745000_1780117202-prabos-halim.jpg)
Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air pada Sabtu pagi setelah menjalani rangkaian kunjungan kenegaraan di Prancis pada 27–29 Mei 2026. Pesawat kepresidenan mendarat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.58 WIB, disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kedatangan Presiden menandai berakhirnya lawatan diplomatik yang padat, di mana ia bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, menghadiri upacara kenegaraan di Les Invalides, serta jamuan santap malam di Salle des Fêtes. Dalam penerbangan pulang, Presiden didampingi delegasi terbatas, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selain agenda formal, momen humanis mewarnai akhir kunjungan. Sesaat sebelum naik pesawat di Bandara Orly, Paris, Prabowo secara khusus menghampiri para personel keamanan Prancis yang mengawalnya selama di Paris. Ia mengajak mereka berfoto bersama dan menyampaikan apresiasi langsung atas profesionalisme mereka. Dalam sesi tersebut, turut hadir Menteri Urusan Frankofoni, Kemitraan Internasional, dan Warga Negara Prancis di Luar Negeri, Eléonore Caroit, yang mewakili pemerintah Prancis melepas keberangkatan.
Bagi Indonesia, kunjungan ini memiliki bobot strategis di tengah dinamika geopolitik global. Prancis merupakan mitra penting Uni Eropa, dan penguatan hubungan bilateral dapat membuka peluang investasi serta transfer teknologi, khususnya di sektor pertahanan dan energi. Analis menilai bahwa langkah Prabowo membangun kedekatan personal dengan pejabat Prancis, termasuk gesture berfoto dengan pengawal, mencerminkan pendekatan diplomasi yang lebih humanis namun tetap berorientasi hasil.
Di sisi domestik, penyambutan oleh Gibran dan jajaran kabinet menunjukkan soliditas pemerintahan. Momen ini juga menjadi sorotan publik karena Gibran, sebagai wakil presiden, tampil sebagai representasi negara di bandara—sebuah sinyal pembagian peran yang jelas dalam kepemimpinan nasional.
Ke depan, publik akan menanti realisasi kesepakatan yang dibahas selama kunjungan, terutama dalam bentuk kerja sama konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Apakah hubungan Indonesia-Prancis akan memasuki babak baru yang lebih produktif, atau hanya sebatas seremoni diplomatik?


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7627048/original/049542300_1780414765-Menteri_Sekretaris_Negara_Prasetyo_Hadi.jpeg)
