Arsenal Incar 'Mbappe Baru' untuk Bangkitkan Kembali Performa Saka
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan telah membuka negosiasi dengan Bournemouth untuk merekrut penyerang muda Eli Junior Kroupi, yang dijuluki 'Mbappe berikutnya'.
- Kedatangan Kroupi diharapkan dapat menjadi solusi atas inkonsistensi lini depan Arsenal dan membantu memulihkan performa Bukayo Saka yang menurun akibat cedera.
- Bournemouth membanderol Kroupi dengan harga sekitar £80 juta, dan persaingan ketat dari Manchester City serta PSG membuat transfer ini menjadi ujian ambisi Arsenal di bursa.

Kurang dari 24 jam setelah kekalahan pahit di final Liga Champions, Arsenal langsung bergerak cepat di bursa transfer. Klub asal London Utara itu dikabarkan telah membuka pembicaraan dengan Bournemouth untuk mengamankan jasa Eli Junior Kroupi, penyerang muda berusia 19 tahun yang dijuluki sebagai 'Mbappe berikutnya'. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Arsenal tidak ingin berpuas diri setelah merebut gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun.
Menurut laporan jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, Arsenal dan Manchester City telah melakukan kontak dengan Bournemouth terkait Kroupi. PSG pun ikut dalam perburuan, menunjukkan betapa tingginya nilai pemain asal Prancis itu. Bournemouth sendiri dikabarkan enggan melepas Kroupi, namun jika ada tawaran di atas £80 juta, mereka mungkin akan mempertimbangkannya. Angka tersebut sebanding dengan potensi besar yang dimiliki sang pemain, yang musim lalu mencatatkan 13 gol di Premier League—rekor gol terbanyak untuk remaja di musim debutnya.
Kebutuhan Arsenal akan penyerang berkualitas bukanlah rahasia. Meski Viktor Gyokeres berhasil mengemas 21 gol musim lalu, kemampuannya dalam membangun serangan dan bekerja sama dengan rekan setim dinilai kurang memuaskan. Sementara itu, Bukayo Saka, bintang andalan Arsenal, mengalami musim yang sulit akibat cedera beruntun. Performanya di final Liga Champions menunjukkan bahwa ia belum kembali ke level terbaiknya. Arsenal membutuhkan sosok penyerang yang tidak hanya tajam di depan gawang, tetapi juga mampu menjadi penghubung permainan—kombinasi antara Kai Havertz dan Gyokeres. Kroupi, dengan kemampuan bermain sebagai second striker atau penyerang murni, dinilai cocok untuk peran tersebut.
Yang menarik, Kroupi bukanlah satu-satunya target Arsenal di lini depan. Morgan Rogers dari Aston Villa juga masuk dalam incaran, namun nilai transfernya yang mencapai £100 juta membuat negosiasi menjadi sulit. Kroupi, dengan harga yang lebih rendah namun potensi yang tak kalah besar, menjadi alternatif yang lebih realistis. Kemampuannya bermain di belakang penyerang utama, seperti yang ia lakukan bersama Evanilson di Bournemouth, membuatnya ideal untuk mengisi peran yang selama ini kurang optimal di Arsenal.
Dari sudut pandang taktis, kehadiran Kroupi bisa menjadi katalis bagi kebangkitan Saka. Statistik menunjukkan bahwa Kroupi unggul dalam Expected Threat (xT), metrik yang mengukur seberapa besar kontribusi seorang pemain dalam meningkatkan peluang mencetak gol timnya. Ini berarti ia tidak hanya menjadi ancaman di kotak penalti, tetapi juga aktif dalam membangun serangan. Jika Saka selama ini kesulitan berpadu dengan Gyokeres yang cenderung statis, Kroupi justru bisa menjadi mitra ideal yang mampu bergerak dinamis dan menciptakan ruang.
Bagi pembaca di Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer ini patut dicermati. Klub-klub Premier League semakin agresif merekrut pemain muda berbakat, dan Kroupi adalah contoh nyata bagaimana klub tidak ragu menggelontorkan dana besar untuk prospek jangka panjang. Ini juga menjadi indikasi bahwa persaingan di papan atas Liga Inggris semakin ketat, di mana setiap klub berlomba membangun skuad sedalam mungkin untuk bersaing di berbagai kompetisi.
Apakah Arsenal akan berhasil mengamankan tanda tangan Kroupi di tengah persaingan sengit? Ataukah mereka akan beralih ke target lain? Yang jelas, ambisi Arsenal untuk kembali mendominasi Eropa tampaknya tidak main-main. Dengan dana yang disebut-sebut bisa melebihi belanja musim lalu, The Gunners siap berperang di bursa transfer demi mempertahankan tahta Premier League dan mengejar gelar Liga Champions.



