Cedera Lutut Gilmour Mengancam Mimpi Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Napoli, Billy Gilmour, mengalami cedera lutut saat laga uji coba Skotlandia melawan Curaçao.
- Manajer Skotlandia Steve Clarke mengaku khawatir pemainnya bisa absen di Piala Dunia 2026 setelah hasil scan belum diketahui.
- Gilmour baru pulih dari cedera pangkal paha yang memerlukan operasi, dan musim ini ia hanya tampil 20 kali untuk Napoli.

Mimpi Billy Gilmour untuk tampil di Piala Dunia 2026 bersama Skotlandia kini di ujung tanduk. Gelandang Napoli itu mengalami cedera lutut saat laga uji coba melawan Curaçao, Jumat (30/5) dini hari WIB, dan harus ditarik keluar sebelum babak pertama usai.
Dalam laga yang berakhir 4-1 untuk Skotlandia, Gilmour tiba-tiba menghentikan langkahnya menjelang turun minum. Ia sempat berdiskusi dengan tim medis sebelum memutuskan meninggalkan lapangan. Sekilas, cedera itu tak tampak serius—ia tidak terlihat pincang saat berjalan ke ruang ganti. Namun, pernyataan manajer Steve Clarke usai pertandingan justru menimbulkan kekhawatiran besar.
“Kami masih menunggu hasil scan. Saya belum bicara dengannya. Ia cedera saat tekel dan langsung tahu ada yang tidak beres,” ujar Clarke dalam konferensi pers, seperti dikutip Sky Sports. “Tidak ada gunanya berspekulasi. Saya hanya bisa berharap dan berdoa ia bisa naik pesawat bersama kami ke Piala Dunia.”
Gilmour, yang akan berusia 25 tahun pada Juni mendatang, berharap bisa merayakan ulang tahunnya dengan berlaga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, catatan kesehatannya musim ini menjadi alarm. Ia hanya tampil 20 kali di semua kompetisi bersama Napoli—juara Serie A musim 2024/25—dan mencetak satu gol. Cedera pangkal paha yang kambuh membuatnya absen dari November hingga Februari, bahkan harus menjalani operasi.
Bagi Skotlandia, kehilangan Gilmour akan menjadi pukulan telak. Gelandang serbabisa itu menjadi andalan di lini tengah, terutama setelah ia pindah dari Brighton ke Napoli pada 2024 dan langsung mempersembahkan Scudetto serta Supercoppa Italiana. Clarke mengandalkan visi dan distribusi bolanya untuk membongkar pertahanan lawan di turnamen nanti.
Dari sisi medis, cedera lutut pada pemain yang baru pulih dari operasi pangkal paha patut diwaspadai. Risiko cedera beruntun kerap menghantui atlet yang kembali ke ritme pertandingan setelah absen panjang. Jika hasil scan menunjukkan kerusakan ligamen, Gilmour bisa dipastikan absen minimal tiga bulan—artinya Piala Dunia 2026 tinggal mimpi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, nasib Gilmour menjadi pengingat betapa rentannya karier pesepak bola terhadap cedera. Di tengah euforia menyambut Piala Dunia yang akan digelar di tiga negara, kisah Gilmour menyiratkan bahwa tiket ke panggung terbesar belum tentu menjamin seorang pemain bisa tampil. Pertanyaan besarnya: akankah Skotlandia kehilangan aset terbaiknya sebelum turnamen dimulai?



