Leeds United Bersaing Ketat Rekrut Antoine Sekongo, Gelandang Muda Bertaji dari Ligue 2
Baca dalam 60 detik
- Leeds United masuk dalam perburuan gelandang USL Dunkerque, Antoine Sekongo, yang mencatat 9 gol dan 4 assist musim ini.
- Klub Championship itu harus bersaing dengan delapan tim lain, termasuk Hull City dan Lille, untuk mendapatkan pemain 21 tahun tersebut.
- Sekongo dianggap sebagai kandidat pengganti Ao Tanaka yang dikabarkan akan hengkang, dengan gaya bermain all-round yang diincar Daniel Farke.

Leeds United memasuki bursa transfer musim panas ini dengan target ambisius: merekrut Antoine Sekongo, gelandang serang USL Dunkerque yang tengah naik daun. Pemain berusia 21 tahun itu menjadi rebutan setidaknya sembilan klub setelah mencatatkan musim impresif di Ligue 2, dengan torehan sembilan gol dan empat assist di semua kompetisi.
Menurut laporan Africa Foot, Leeds bergabung dalam persaingan bersama Hull City yang baru promosi, Lille, Toulouse, Lorient, Rennes, Saint-Étienne, dan Samsunspor. Situasi ini menunjukkan betapa tingginya permintaan terhadap pemain muda yang dijuluki "luar biasa" oleh pengamat bakat Jacek Kulig tersebut. Leeds, yang musim lalu sukses mendatangkan pemain seperti Ao Tanaka dari divisi kedua Jerman, kini berharap bisa mengulangi strategi serupa.
Kedatangan Sekongo diproyeksikan sebagai pengganti potensial bagi Tanaka, gelandang timnas Jepang yang masa depannya di Elland Road mulai dipertanyakan. Meski Tanaka tampil solid di akhir musim, rumor kepergiannya semakin kencang. Leeds pun bergerak cepat untuk mengamankan suksesor yang lebih muda dan haus gol.
Kekhawatiran mengenai minimnya pengalaman Sekongo di kasta tertinggi memang wajar. Namun, sejarah Leeds menunjukkan bahwa mereka tidak ragu merekrut pemain dari liga bawah. Tanaka sendiri direkrut dari Fortuna Düsseldorf yang saat itu bermain di 2. Bundesliga, dan berhasil beradaptasi dengan cepat. Farke, pelatih Leeds, dikenal mampu mengembangkan pemain muda menjadi bintang, seperti yang ia lakukan di Norwich City.
Dari segi taktik, Sekongo menawarkan ancaman gol dari lini kedua tanpa mengorbankan pertahanan. Rata-rata lima duel per game membuktikan ia bukan sekadar pemain ofensif, melainkan juga pekerja keras di lapangan tengah. Gaya all-round ini cocok dengan kebutuhan Leeds yang menginginkan keseimbangan antara kreativitas dan ketangguhan fisik.
Bagi pembaca di Indonesia, pergerakan Leeds di bursa transfer ini menarik untuk diikuti, terutama karena klub tersebut memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air. Kehadiran pemain seperti Sekongo bisa menjadi daya tarik baru, mengingat gaya bermainnya yang atraktif dan produktif. Selain itu, persaingan ketat dengan klub-klub Ligue 1 dan Championship lainnya menambah bumbu drama bursa transfer musim panas ini.
Dengan keputusan Sekongo mengenai masa depannya yang akan segera diumumkan, Leeds harus bergerak cepat jika ingin memenangi perlombaan ini. Akankah mereka berhasil mengulang sukses seperti saat merekrut Tanaka? Atau justru kehilangan target karena persaingan yang terlalu ketat? Waktu yang akan menjawab.



