Shankland Bicara: Dua Gol ke Gawang Curacao, Tiket ke Piala Dunia Makin Dekat
Baca dalam 60 detik
- Lawrence Shankland mencetak dua gol krusial saat Scotland membalikkan keadaan melawan Curacao, memperkuat posisinya sebagai ujung tombak utama.
- Penampilan gemilang Shankland dan debut impresif Findlay Curtis memberikan tekanan pada pelatih Steve Clarke untuk merevisi hierarki penyerang.
- Dengan satu laga uji coba tersisa, Clarke harus memutuskan formasi dan komposisi pemain terbaik untuk menghadapi Haiti di Piala Dunia.

Dua gol Lawrence Shankland dalam 20 menit terakhir laga uji coba melawan Curacao di Hampden Park, Sabtu (3/6), tidak hanya menyelamatkan muka Scotland dari kekalahan memalukan, tetapi juga mengirim sinyal jelas kepada pelatih Steve Clarke: sudah waktunya penyerang Rangers itu menjadi pilihan utama di Piala Dunia mendatang.
Selama satu jam pertama, Shankland seperti bayangan. Ia berlari ke mana-mana kecuali ke kotak penalti, mengorbankan insting mencetak golnya demi membuka ruang bagi George Hirst. Saat Curacao unggul 1-0 dan unggul jumlah pemain setelah Jurgen Locadio diusir keluar lapangan pada menit ke-38 karena sikut ke Aaron Hickey, stadion hening. Skotlandia terancam pulang dengan cemoohan.
Namun, kartu merah itu menjadi titik balik. Shankland mulai bergerak ke posisi berbahaya, dan dua peluang langsung dikonversi menjadi gol indah. Gol pertama hasil tendangan kaki kanan yang melengkung, gol kedua penyelesaian klinis kaki kiri. Skor berubah dari 1-0 menjadi 2-1, lalu 3-1, dan akhirnya 4-1 lewat penalti Ryan Christie yang lahir dari umpan silang pemain pengganti Findlay Curtis.
Bagi Clarke, pertandingan ini mengungkap dilema yang tak terelakkan. Selama ini Che Adams dianggap sebagai penyerang utama, tetapi konsistensi Shankland—yang baru pindah dari Hearts ke Rangers—sulit diabaikan. "Dia adalah striker paling mumpuni yang saya miliki," kata Clarke seusai laga, mengakui kualitas Shankland. "Tapi saya harus memikirkan keseimbangan tim."
Di sisi lain, kemunculan Curtis memberikan opsi segar di sisi kiri, area yang selama ini menjadi titik lemah Scotland. Pemain muda Rangers itu tidak hanya mencetak gol, tetapi juga memenangkan penalti dan menunjukkan keberanian yang langka. "Semua seperti mimpi," ujar Curtis, yang seharusnya berlibur ke Tenerife bersama orangtuanya, tetapi memilih membela negara.
Dengan satu laga uji coba tersisa melawan Bolivia di New Jersey, Clarke harus memutuskan formasi: 4-2-3-1 atau 3-5-2? Adams atau Shankland? Atau keduanya? Keputusan ini akan menentukan apakah Scotland bisa melampaui kegagalan di Jerman dua tahun lalu, saat mereka pulang dengan penyesalan. "Kami masih marah dengan apa yang terjadi di sana," kata Clarke. "Kami tidak akan mati dengan pertanyaan 'bagaimana jika' lagi."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Scotland ini mengingatkan pada pentingnya ketajaman striker di turnamen besar. Shankland, dengan catatan golnya yang impresif, bisa menjadi contoh bagaimana seorang pemain memanfaatkan momen untuk mengamankan tempat di skuad utama. Pertanyaan besarnya: akankah Clarke berani meninggalkan Adams di bangku cadangan saat menghadapi Haiti?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7548608/original/076977400_1780324389-Indonesia_vs_Myanmar.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7582983/original/057865400_1780364199-1000888706.jpg)