Jay Idzes Masuk Jajaran Bek Termahal Asia, Nilai Pasar Tembus Rp243 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Bek Timnas Indonesia Jay Idzes kini menempati peringkat keempat bek termahal Asia dengan nilai pasar Rp243,4 miliar, naik 87 persen dalam semusim.
- Pemain Sassuolo itu menjadi satu-satunya wakil Indonesia di daftar elite yang didominasi pemain Jepang, Korea Selatan, dan Uzbekistan.
- Lonjakan nilai pasar ini mencerminkan pengakuan internasional terhadap kualitas pemain Asia di kompetisi Eropa.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5621263/original/092215500_1778211074-jay_2.jpg)
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, resmi menempati posisi keempat dalam daftar bek termahal di Asia setelah nilai pasarnya meroket hingga Rp243,4 miliar. Kenaikan 87 persen dalam satu musim terakhir menjadikannya fenomena langka di kancah sepak bola Asia.
Berdasarkan data Transfermarkt yang dirilis pada akhir musim 2025/2026, bek berusia 26 tahun yang membela Sassuolo ini mengalami lonjakan nilai pasar paling tajam di antara empat besar. Ia dibeli dari Venezia seharga Rp130,3 miliar, dan kini nilainya melambung berkat penampilan konsisten di Serie A. Dalam semusim, Idzes berhasil membuktikan diri sebagai bek tangguh yang mampu bersaing di liga elite Eropa.
Peringkat pertama ditempati Abdukodir Khusanov, bek Uzbekistan yang menjadi andalan Manchester City. Pemain berusia 22 tahun itu memiliki nilai pasar Rp608,36 miliar setelah tampil dalam 37 pertandingan di semua kompetisi musim ini, termasuk 25 laga Premier League dan 6 laga Liga Champions. Posisi kedua adalah Kim Min-jae, bek Korea Selatan yang memperkuat Bayern Munchen dengan nilai Rp347,6 miliar. Kim sukses mengantarkan Bayern meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal musim ini. Di urutan ketiga, Hiroki Ito dari Jepang, juga bermain untuk Bayern Munchen, dengan nilai Rp312,8 miliar.
Bagi Indonesia, masuknya Jay Idzes ke jajaran elite ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola nasional. Sebagai kapten Timnas, prestasinya di Eropa membuka peluang bagi pemain Indonesia lain untuk dilirik klub-klub besar. Nilai pasar yang tinggi juga berpotensi meningkatkan daya tawar Indonesia di pasar transfer internasional.
Ke depan, tantangan bagi Idzes adalah mempertahankan performa dan terus berkembang di Sassuolo. Jika ia mampu konsisten, bukan tidak mungkin nilainya akan menyalip Hiroki Ito atau bahkan Kim Min-jae dalam beberapa musim mendatang. Pertanyaannya, akankah ada pemain Indonesia lain yang mampu menyusul jejaknya?



