Persib Bandung Kena Sanksi FIFA: Kisruh Kontrak Daisuke Sato Berujung Larangan Rekrut Pemain Baru
Baca dalam 60 detik
- FIFA memasukkan Persib Bandung ke daftar larangan pendaftaran pemain baru akibat pemutusan kontrak sepihak terhadap bek Daisuke Sato pada Januari 2024.
- Manajemen Persib menegaskan sanksi ini murni masalah administratif terkait terminasi kontrak, bukan tunggakan gaji atau pelanggaran hak pemain.
- Klub tengah menyelesaikan kewajiban finansial dan prosedural agar larangan dicabut, sambil memastikan persiapan musim baru tidak terganggu.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4371315/original/023919400_1679730830-20230324BL_BRI_Liga_1_2022-2023_Persib_Bandung_vs_Bhayangkara_FC_31.jpg)
FIFA menjatuhkan sanksi larangan mendaftarkan pemain baru kepada Persib Bandung buntut sengketa pemutusan kontrak dengan bek asal Filipina, Daisuke Sato. Keputusan badan sepak bola dunia itu memicu spekulasi di kalangan Bobotoh, namun manajemen Maung Bandung memastikan kasus ini bersifat administratif dan tengah diupayakan penyelesaiannya.
Sanksi yang termaktub dalam FIFA Registration Ban List tersebut berawal dari keputusan Persib mengakhiri kerja sama dengan Sato pada Januari 2024. Padahal, pemain berusia 30 tahun itu masih terikat kontrak hingga 2025 setelah mendapat perpanjangan dua tahun pada Januari 2023. Selama membela Persib sejak bergabung dari Ratchaburi FC pada Juni 2022, Sato mencatat 44 penampilan dengan sumbangan dua gol dan satu assist di BRI Liga 1.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, buka suara menanggapi polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa perkara ini spesifik terkait terminasi kontrak, bukan akibat penunggakan gaji atau pengabaian hak pemain seperti yang mungkin dipersepsikan publik. “Kami telah mengetahui dan mengikuti proses ini sejak awal,” ujarnya dalam pernyataan resmi klub.
Adhitia menjelaskan bahwa Persib berkomitmen menjalankan tata kelola sepak bola yang baik dan menghormati hak-hak pemain. Saat ini, klub tengah merampungkan kewajiban yang menjadi bagian dari putusan FIFA. “Setelah kewajiban tersebut diselesaikan, kami akan melanjutkan proses sesuai mekanisme FIFA agar status larangan dapat ditinjau dan dicabut,” ungkapnya.
Meski terkena sanksi, manajemen memastikan aktivitas operasional dan persiapan tim menghadapi musim baru tidak terganggu. “Situasi ini tidak memengaruhi stabilitas maupun arah pengembangan klub. Semua agenda strategis tetap berjalan sesuai target,” tegas Adhitia. Ia juga mengimbau Bobotoh tidak perlu khawatir berlebihan karena sengketa kontraktual merupakan dinamika umum di sepak bola profesional global.
Kasus ini menjadi pengingat bagi klub-klub Indonesia akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi FIFA dalam setiap transaksi kontrak pemain. Jika tidak segera diselesaikan, larangan rekrut dapat menghambat upaya Persib memperkuat skuad di bursa transfer mendatang. Pertanyaannya, seberapa cepat Maung Bandung mampu menuntaskan kewajiban dan kembali mendapatkan izin mendaftarkan pemain baru?



