Littler Hancurkan van Duijvenbode, Siap Hadapi Price di Final World Matchplay
Baca dalam 60 detik
- Luke Littler menundukkan Dirk van Duijvenbode 17-5 di semifinal World Matchplay, memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya dalam format panjang menjadi 28 laga.
- Juara bertahan asal Inggris itu hanya selangkah lagi menjadi pemain ketiga yang merebut gelar back-to-back, setelah Phil Taylor dan Michael van Gerwen.
- Di final, Littler akan berhadapan dengan Gerwyn Price yang unggul head-to-head 9-0 sejak 2026—Price belum pernah menang dalam laga lebih dari 15 leg.

Luke Littler, pemain dart berusia 18 tahun asal Inggris, melaju ke final World Matchplay untuk kedua kalinya berturut-turut setelah menghancurkan Dirk van Duijvenbode dengan skor telak 17-5 di semifinal yang digelar di Blackpool, Sabtu (22/7/2026). Kemenangan ini membuatnya kian dekat dengan rekor sebagai juara bertahan kedua dalam sejarah turnamen bergengsi tersebut.
Littler tampil dominan sejak awal dengan keunggulan 8-2, dan sempat mencatat rata-rata 117,10—hampir memecahkan rekor rata-rata satu pertandingan milik Phil Taylor (114,99). Namun, pengakuan Littler setelah laga, konsentrasinya sedikit terusik oleh target tersebut sehingga rata-ratanya turun menjadi di bawah 111. Meski begitu, performanya masih luar biasa: rata-rata turnamennya kini 110,88, berada di atas catatan Taylor sepanjang turnamen (106,31).
Kemenangan ini juga menambah perolehan uang Littler di PDC Order of Merit menjadi lebih dari £3 juta, unggul lebih dari £2 juta dari Luke Humphries di peringkat dua dunia. Dengan rata-rata di atas 109 di seluruh empat pertandingan tahun ini, ia berpeluang besar menyusul Taylor dan Michael van Gerwen sebagai satu-satunya pemain yang pernah memenangkan World Matchplay secara beruntun.
Di partai puncak, Minggu (23/7), Littler akan berhadapan dengan Gerwyn Price, yang sebelumnya mengalahkan Gian van Veen 17-10 dalam semifinal yang lebih ketat. Price sempat memimpin 4-1, lalu unggul 11-9 pada jeda terakhir, sebelum akhirnya menjauh dengan skor meyakinkan. Kedua pemain sama-sama melewatkan 23 kesempatan double, namun Price lebih efektif dalam memanfaatkan break throw.
Meski memiliki rivalitas panggung yang kerap memanas—Price dikenal dengan teriakan dan tingkahnya yang kerap memancing reaksi Littler—pemuda asal Warrington itu menepis anggapan bahwa lawannya bisa mempengaruhi mentalnya. "Saya dan Gez selalu bermain bagus. Dia pasti ingin membuat saya terpancing adu teriak. Yang penting saya bisa memimpin sejak awal," ujar Littler kepada Sky Sports.
Price sendiri mengaku senang mencapai final, namun target utamanya adalah "mengalahkan" sahabatnya Jonny Clayton yang sebelumnya menjadi pemain Wales nomor satu. Kemenangan ini mengangkat Price ke peringkat keempat Order of Merit, sekaligus menjadi pemain Wales teratas.
Final nanti akan dimainkan dalam format best-of-35 leg, dimulai pukul 20:05 BST (sekitar pukul 02:05 WIB Senin pagi). Bagi penggemar dart di Indonesia, pertandingan ini bisa disaksikan secara langsung melalui platform streaming olahraga atau siaran ulang. Meski olahraga ini belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, popularitas Littler yang masih muda dan sensasional mulai menarik perhatian publik global, termasuk komunitas dart tanah air yang terus bertumbuh.
Pertanyaannya, mampukah Price memutus dominasi Littler yang sudah berlangsung hampir dua tahun? Ataukah Littler akan semakin kokoh sebagai raja dart dunia? Jawabannya akan ditentukan Minggu malam nanti.



