Pria Ditemukan Tewas di Tol Cawang, Polisi Duga Lompat dari Jembatan Kodam
Baca dalam 60 detik
- Seorang pria ditemukan meninggal di ruas Tol Cawang, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2026), diduga bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Kodam.
- Polisi menemukan tas berisi dompet, handphone, dan sepeda motor milik korban di lokasi terpisah, memperkuat dugaan awal.
- Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya layanan kesehatan jiwa; Kemenkes menyediakan hotline 1500-567 dan aplikasi Sahabatku.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7275188/original/091796200_1780060224-bunuh_diri_jakarta.jpg)
Seorang pria ditemukan meninggal dunia di ruas Tol Cawang, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2026) malam, memicu perbincangan di media sosial setelah video penemuan jasadnya beredar luas. Kapolsek Makasar, Kompol Sumardi, membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan dugaan awal korban bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Kodam.
Menurut Sumardi, warga sekitar pertama kali melihat korban sudah tergeletak di aspal tol sekitar pukul 21.00 WIB. Petugas dari Polsek Makasar dan Unit Laka Lantas tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mendapati informasi bahwa korban diduga nekat melompat dari jembatan penyeberangan yang berada di atas tol tersebut.
Di titik lain, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga kuat milik korban. "Ada tas berisi dompet, handphone, lalu sepeda motor beserta kuncinya," ujar Sumardi saat dihubungi, Jumat malam. Barang-barang itu kini dijadikan barang bukti untuk mengidentifikasi identitas korban dan mengungkap motif di balik tindakan tersebut.
Jasad korban telah dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan autopsi dan penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kasus ini, termasuk memeriksa saksi-saksi di lokasi dan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar jembatan. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diumumkan secara resmi.
Peristiwa ini kembali menyoroti isu kesehatan mental di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa angka bunuh diri di Tanah Air masih mengkhawatirkan, dengan depresi menjadi salah satu pemicu utama. Menurut psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Ratih Kusuma, tindakan bunuh diri seringkali merupakan puncak dari masalah yang tidak tertangani. "Penting bagi masyarakat untuk tidak menganggap remeh gejala depresi dan segera mencari bantuan profesional," ujarnya.
Kementerian Kesehatan menyediakan layanan konseling melalui Call Center 24 jam Halo Kemenkes di 1500-567 serta aplikasi Sahabatku yang dapat diunduh di Play Store. Masyarakat juga dapat menghubungi nomor hotline 081281562620 atau surel [email protected]. Langkah ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mereka yang merasa tertekan untuk mendapatkan pertolongan sebelum mengambil keputusan fatal.
Kasus di Tol Cawang ini menjadi pengingat bahwa akses terhadap layanan kesehatan jiwa masih perlu diperkuat, terutama di perkotaan besar seperti Jakarta. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: seberapa efektifkah sosialisasi layanan tersebut menjangkau mereka yang paling membutuhkan?



