Kenneth Law Akhirnya Mengaku Bersalah: 14 Tuduhan Bunuh Diri Berbantuan, Bebas dari Jerat Pembunuhan
Baca dalam 60 detik
- Kenneth Law, 60 tahun, mengaku bersalah atas 14 dakwaan membantu bunuh diri, menghindari pengadilan pembunuhan tingkat pertama yang bisa berujung hukuman seumur hidup.
- Ia menjual sodium nitrit secara online kepada korban berusia 16-36 tahun; pengiriman mencapai 1.200 paket ke lebih dari 40 negara, termasuk 112 kematian di Inggris yang masih diselidiki.
- Kasus ini menyoroti celah regulasi e-commerce global terhadap bahan kimia berbahaya, memicu pertanyaan tentang tanggung jawab platform dan pengawasan lintas batas.

Kenneth Law, mantan insinyur yang beralih profesi menjadi juru masak di hotel mewah Toronto, akhirnya mengaku bersalah atas 14 tuduhan membantu bunuh diri di Pengadilan Tinggi Ontario, Jumat (29/5). Dengan pengakuan ini, ia menghindari sidang pembunuhan tingkat pertama yang dapat menjeratnya dengan hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat selama 25 tahun.
Law, 60 tahun, tampak tanpa ekspresi saat memasuki ruang sidang di Newmarket, Ontario. Ia sebelumnya menghadapi 14 dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan 14 dakwaan mendorong atau membantu bunuh diri terkait kematian 14 warga Ontario berusia 16 hingga 36 tahun. Jaksa Peter Westgate menyatakan akan meminta pencabutan dakwaan pembunuhan setelah vonis dijatuhkan.
Pengacara Law, Matthew Gourlay, telah memberi sinyal pada bulan lalu bahwa kliennya akan mengaku bersalah atas tuduhan membantu bunuh diri berdasarkan kesepakatan dengan jaksa Ontario. Kesepakatan itu memungkinkan Law divonis maksimal 14 tahun penjara, jauh lebih ringan dibanding hukuman seumur hidup untuk pembunuhan tingkat pertama.
Kasus Law menarik perhatian global karena jangkauan internasionalnya. Otoritas di Inggris, Irlandia, dan negara lain telah membuka penyelidikan atas kematian yang mungkin terkait dengan produk yang dijual Law. Badan Kejahatan Nasional Inggris pada April lalu mengumumkan penyelidikan terhadap 112 kematian di Inggris yang membeli barang dari situs berbasis Kanada yang terkait dengan tersangka yang tidak disebutkan namanya.
Sodium nitrit, yang lazim digunakan sebagai pengawet daging olahan dalam konsentrasi rendah, menjadi sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Law, yang memiliki latar belakang teknik, diduga memanfaatkan celah hukum dengan menjual bahan kimia legal namun mematikan ini secara terbuka di internet.
Bagi Indonesia, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap perdagangan bahan kimia berbahaya secara daring. Meskipun Indonesia memiliki aturan tentang narkotika dan psikotropika, regulasi terhadap bahan kimia industri seperti sodium nitrit masih longgar. Platform e-commerce di Indonesia perlu meningkatkan filter terhadap produk yang berpotensi disalahgunakan, mengingat kasus serupa bisa saja terjadi di dalam negeri.
Law telah ditahan sejak penangkapannya di rumahnya di sebelah barat Toronto pada Mei 2023. Sidang vonis akan dijadwalkan kemudian. Pertanyaan yang tersisa: apakah hukuman 14 tahun penjara cukup untuk memberikan efek jera, atau justru menunjukkan kelemahan sistem hukum dalam menangani kejahatan siber lintas batas yang mengakibatkan hilangnya nyawa?



