Mayor TNI AL di Surabaya Hajar Polisi Hingga Pingsan, Dua Warga Sipil Juga Jadi Korban
Baca dalam 60 detik
- Seorang perwira menengah TNI AL berpangkat Mayor diduga mengamuk dan memukul Kanit Samapta Polsek Tegalsari hingga tak sadarkan diri di Surabaya, Minggu (24/5) dini hari.
- Selain menyerang polisi, pelaku juga diduga mengejar dan memukuli warga sipil hingga berlumuran darah, meskipun TNI AL membantah adanya penggunaan senjata tajam.
- Pelaku telah ditahan dan proses hukum militer tetap berjalan meskipun sudah ada permintaan maaf dari pihak TNI AL kepada korban.

Seorang perwira menengah TNI Angkatan Laut (TNI AL) berpangkat Mayor berinisial MOT (40) diamuk emosi dan melakukan penganiayaan terhadap aparat kepolisian di Surabaya, Minggu (24/5) dini hari, yang mengakibatkan Kanit Samapta Polsek Tegalsari Iptu Agus Mujiono pingsan setelah kepalanya membentur aspal dan dipukul dua kali.
Peristiwa bermula sekitar pukul 01.00 WIB saat polisi menerima laporan warga melalui Call Center 110 tentang keributan di Hensman Coffee and Spirit, Jalan Dr Wahidin. Warga melaporkan seorang pria mengaku anggota TNI membawa parang. Kapolsek Tegalsari AKP Pandhu Bimantara bersama Kanit Samapta Iptu Agus Mujiono segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Garnisun Tetap (Gartap) III/Surabaya.
Di tempat kejadian, petugas menemukan sebilah parang, namun pelaku sudah berada di dalam mobil Toyota Innova Reborn bernopol W 1068 EH dan melarikan diri. Aksi kejar-kejaran berlangsung hingga sekitar pukul 02.10 WIB, ketika patroli Polsek Tegalsari bersama tiga personel Gartap berhasil mencegat mobil MOT di Jalan MH Thamrin.
Saat dimintai Kartu Tanda Anggota (KTA), MOT tersulut emosi dan mengamuk. Iptu Agus yang berada paling dekat berusaha menghindar namun terpeleset, kepalanya membentur aspal. Mayor MOT kemudian memukul kepala korban dua kali hingga pingsan. Petugas lain segera mengevakuasi korban ke RS William Booth, sementara MOT ditangkap tim Gartap.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto membenarkan pemukulan terhadap Iptu Agus. "Ya benar, pada hari Minggu, 24 Mei 2026 pukul 02.15 WIB telah terjadi pemukulan terhadap Iptu Agus Mujiono, Kanit Samapta Polsek Tegalsari, sehingga mengakibatkan korban pingsan dan dirawat di RS William Booth, Surabaya," ujarnya Jumat (29/5).
Selain polisi, seorang warga bernama GD menyaksikan seorang pria dikejar pelaku dalam kondisi berlumuran darah. "Enggak tahu awal permasalahannya itu apa. Tiba-tiba, sekitar jam 1 an itu ada orang lari berlumuran darah," kata GD. Menurutnya, korban sipil dikejar dari Jalan Dr Wahidin hingga Jalan MH Thamrin dan kembali dipukuli di lokasi kedua sebelum belasan aparat gabungan datang mengepung.
Kepala Bagian Penerangan Akademi Angkatan Laut (Kabagpen AAL) Letkol Laut (KH) Arief Kurnianto mengonfirmasi MOT adalah anggota TNI AL, namun membantah adanya pembacokan. "Yang kami terima, tidak ada pembacokan atau tidak ada yang dibacok, dan diperiksa juga tidak ada yang dibacok korbannya," tegasnya, Senin (25/5). Ia menyatakan pemukulan dilakukan dengan tangan kosong dan jumlah korban masih didalami.
Kasus kini ditangani Provos AL. Pihak TNI AL telah mendatangi Iptu Agus di rumah sakit untuk meminta maaf, dan pelaku mengakui perbuatannya. Meski ada kesepakatan damai, proses hukum militer tetap berjalan. "Gubernur AL menyampaikan bahwa akan memproses kasus ini dengan baik dan sesuai hukum yang berlaku. Intinya beliaunya ditahan. Motifnya ini sedang didalami," tutup Arief.
Insiden ini kembali menguji hubungan institusi TNI dan Polri di tengah upaya sinergi yang terus dibangun. Publik menanti transparansi proses hukum terhadap perwira menengah tersebut, terutama terkait motif dan kemungkinan adanya korban lain di luar aparat.



