Proses Naturalisasi Vickery dan Baker Masih Berjalan, Dua Pemain Keturunan Itu Hanya Jadi Penonton di Laga Timnas
Baca dalam 60 detik
- Luke Vickery dan Mitchell Baker belum bisa memperkuat Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026 karena proses naturalisasi masih menunggu persetujuan DPR dan sumpah kewarganegaraan.
- Kedua pemain keturunan itu dijadwalkan menyaksikan langsung laga uji coba melawan Oman dan Mozambik di SUGBK, Jakarta.
- Pemerintah menargetkan naturalisasi kloter pertama era John Herdman ini rampung sebelum Piala AFF 2026 bergulir pada Juli-Agustus.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)
Proses naturalisasi dua pemain keturunan untuk Timnas Indonesia, Luke Vickery dan Mitchell Baker, belum mencapai garis akhir. Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, mengonfirmasi bahwa keduanya masih harus melewati dua tahapan krusial: persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pengambilan sumpah kewarganegaraan. Akibatnya, Vickery dan Baker dipastikan absen pada FIFA Matchday Juni 2026 yang mempertemukan Indonesia dengan Oman dan Mozambik.
Dalam keterangannya melalui akun Instagram pribadi, Noor Korompot menjelaskan bahwa proses administrasi kedua pemain memang belum tuntas. "Sekilas info tentang Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk FIFA Matchday 2026 pada 5 Juni 2026, belum bisa tampil," tulisnya. Meski demikian, ia menyebut keduanya kemungkinan besar akan hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk menyaksikan langsung laga timnas.
Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani dua laga uji coba pada jendela FIFA Juni mendatang. Pertama melawan Oman pada 5 Juni, disusul Mozambik empat hari kemudian. Kedua pertandingan akan digelar di SUGBK, Jakarta. Kehadiran Vickery dan Baker di tribun diharapkan bisa menjadi suntikan moral bagi skuad Garuda, meski mereka belum bisa berkontribusi di lapangan.
Noor Korompot menargetkan seluruh proses naturalisasi kloter pertama era pelatih John Herdman ini rampung sebelum Piala AFF 2026 yang akan digelar pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. "Naturalisasi kloter pertama era John Herdman ini diharapkan tuntas menjelang Piala AFF 2026," ujarnya. Jika target tersebut tercapai, Vickery dan Baker bisa menjadi amunisi tambahan bagi timnas dalam turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut.
Langkah naturalisasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia, terutama dalam menghadapi kompetisi regional dan kualifikasi Piala Dunia. Kehadiran pemain keturunan yang memiliki pengalaman di liga luar negeri diharapkan bisa meningkatkan kualitas permainan tim. Namun, proses birokrasi yang panjang kerap menjadi kendala, seperti yang terjadi pada kasus Vickery dan Baker.
Dengan belum rampungnya naturalisasi, publik sepak bola Indonesia harus bersabar menanti debut resmi kedua pemain tersebut. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah PSSI dan pemerintah bisa mempercepat proses administrasi agar Vickery dan Baker segera berseragam Merah-Putih? Atau akankah kendala birokrasi kembali menghambat penguatan skuad Garuda?



